Nasional

Soal Pengutipan Surat Al-Maidah, Ahok Akhirnya Meminta Maaf

Adi Mulyadi - 10/10/2016 09:47
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purama

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam di Indonesia terkait perkataanya di Kepulauan Seribu yang menyinggung soal salah satu ayat di surat Al-Maidah yang berisi larangan umat Islam untuk memilih pemimpin non-muslim.

"Saya sampaikan kepada ‎semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Pria yang karib disapa Ahok ini pun menyadari perkataannya tempo lalu membuat umat Islam geram. Ia pun berharap maslah ini tidak berlarut-larut.

"Saya minta maaf atas kegaduhan ini, saya pikir komentar ini jangan dilanjutkan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak ada sedikitpun niatan dirinya untuk melecehkan kitab suci umat Islam. Ia hanya ingin menunjukkan kepada warga di Kepulauan Seribu untuk tidak ragu menerima bantuan dari pemerintah.

"Padahal tidak ada niat apapun. Niatnya itu hanya ingin menunjukkan sebetulnya, saya gak mau orang yang punya tafsiran itu bingung menerima bantuan tapi nggak pilih saya," jelasnya.

Pernyataan Ahok yang dianggap telah menistakan agama ialah ketika Ahok melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Ketika itu, Ahok menemui warga dan mengatakan tak masalah jika warga tak memilihnya lagi di pilkada tahun 2017.

"Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) dengan Surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, oh nggak apa-apa," katanya waktu itu.

Berita Lainnya