Politik

Jelang Pilkada, Panwaslu Waspadai Money Politics

Untuk mengantisipasi hal itu, Panwaslu akan menjalin koordinasi dengan Polresta untuk meminimalisir kerawanan selama Pilkada.

Sari Intan Putri - 16/03/2018 15:55

Beritacenter.COM - Azzam Fikri selaku komisioner Panwaslu Kota Probolinggo mengungkapkan jika mendekati Pilkada dan Pilpres, yang paling rawan adalah money politics atau yang akrab disapa politik uang.

“Salah satu potensi kerawanan dalam pilkada adalah money politics atau politik uang,”ujarnya.

Lebih lanjut Azzam juga menyebutkan jika lokasi yang rawan terjadinya politik uang adalah wilayah perbatasan.

“Di daerah-daerah perbatasan kota, itu yang rawan politik uang,” lanjut Azzam.

Untuk mengantisipasi hal itu, Panwaslu akan menjalin koordinasi dengan Polresta untuk meminimalisir kerawanan selama Pilkada.

“Terkait titik rawan keamanan ini, kami berkaca pada kejadian pilkada 2013. Catatan khusus ini kami koordinasikan dengan Polresta,” ujarnya.

Baca Juga :

Azzam juga menjelaskan jika sebagai Panwaslu, kami bertugas untuk mencegah adanya konflik.

“Segala sesuatu yang memicu timbulnya konflik dan gesekan, kami cegah dahulu,” ujarnya.

Selain rawan money politics, juga ada kerawanan proses administrasi di tempat pemungutan suara (TPS). “Untuk memantau TPS ini, maka akan dibentuk pengawas TPS,” jelasnya.

Pengawas TPS ini akan dibentuk paling lambat satu bulan sebelum pencoblosan. “Karena se-Kota Probolinggo ada 378 TPS, maka disiapkan pengawas TPS sebanyak 378 orang,” jelasnya.

TAG TERKAIT :
Politik Pilkada Pilpres 2019 Panwaslu

Berita Lainnya