Software

Sindir Facebook, Durov : Telegram Tidak Pernah Buka Data Pribadi Pengguna

Aisyah Isyana - 26/03/2018 09:50

Beritacenter.COM - Melalui blog resminya, pendiri Telegram Pavel Durov menyatakan bahwa aplikasi chat Telegram sudah mencapai 200 juta pengguna aktif dalam satu bulan terakhir.

"Dalam 30 hari Telegram dipakai oleh 200 juta orang. Ini angka yang luar biasa untuk berbagai standard. Jika Telegram adalah negara, maka ia bisa menjadi negara terbesar nomor 6 di dunia," kata Durov, Senin, 26 Maret 2018.

Durov menilai, perusahaan yang dibentuknya itu sama sekali tak menggunakan iklan sebagai media promosi. Meski demikian, Telegram dapat menembus 200 juta pengguna berkat user-nya sendiri sebagai tim marketing.

Telegram sejauh ini sudah membuat orang-orang percaya kepada mereka, bahkan sejak lima tahun didirikan. Durov mengatakn, Telegram akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada para pengguna.

Baca Juga :

Menurutnya, salah satu upaya telegram memberikan yang terbaik untuk para usernya yakni membuat fitur-fitur yang tidak ada di kompetitor lain, seperti grup chat dengan kapasitas anggota yang besar, kanal broadcast yang tak terbatas, serta stiker gratis bagi pengguna.

Durov juga menyinggung prihal keamanan data yang menutnya dinilai sebagai keunggulan Telegram hingga dapat meraih 200 juta pengguna. Keamanan adalah prioritas utama Telegram yang tak pernah membuka data pribadi para pengguna kepada pihak ketiga.

Terlebih baru-baru ini terjadi skandal besar yang melibatkan jual beli 50 juta pengguna Facebook minggu lalu. Itulah mengapa Telegram membuat keamanan data pengguna sebagai prioritas utama perusahaan mereka.

"Inilah mengapa Anda, pengguna kami, telah dan akan selalu menjadi prioritas. Tidak seperti aplikasi populer lainnya, Telegram tak memiliki pemegang saham atau iklan yang harus dilaporkan," kata Durov, seraya menyindir Facebook.

Durov menyatakan bahwa Telegram tidak akan membuat kesepakatan dengan pemasaran, penambang data, atau pihak pemerintah manapun.

"Sejak hari pertama kami meluncur ke publik bulan Agustus 2013, kami tidak pernah membuka satu byte-pun dari data pribadi pengguna kami kepada pihak ketiga," paparnya.

TAG TERKAIT :
Facebook Telegram Pavel durov Aplikasi Chat Keamanan Data

Berita Lainnya