Politik

KSPI Peralat Kaum Buruh Masuk Politik Praktis

Anas Baidowi - 02/05/2018 11:09

Beritacenter.COM - Mumentum Hari Buruh Internasioanl atau May Day dijadikan ajang kegiatan politik praktis oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk mendukung salah satu tokoh pada Pilpres 2019 mendatang.

Sikap KSPI dalam memberikan dukungan terhadap Prabowo dinilai telah memperalat kaum buruh apalagi mengklaim seluruh buruh. Hal tersebut disampaikan Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyusul deklarasi dukungan yang disampaikan KSPI kepada Ketum Gerindra saat 1 Mei kemarin.

Baca Juga: Tiga Mahasiswa Jadi Tersangka Pembakaran Pospol di Yogya

Ia menyesalkan, momentum Hari Buruh dijadikan ajang kegiatan politik praktis. Seharusnya, menurutnya, Presiden KSPI Said Iqbal fokus memperjuangkan hak-hak buruh dalam perayaan tersebut.

"Harusnya peringatan Hari Buruh dipakai untuk memperjuangkan hak-hak buruh, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan perlindungan buruh dari aspek ketenagakerjaan maupun pengupahan," tuturnya, Rabu (2/5).

Meski demikian, PPP tak khawatir calon Presiden yang diusungnya akan kalah di Pilpres 2019 lantaran KSPI menyatakan dukungan kepada Prabowo. Karena, hal serupa terjadi saat Pilpres 2014.

Baca Juga: Bocah SD Tewas Tenggelam di Kubangan Galian C

Bahkan, dari penilaiannya, jumlah kaum buruh yang menghadiri deklarasi pencapresan Prabowo di tahun ini lebih sedikit dibandingkan pada Pilpres lalu.

"Lihat, apakah dukungan KSPI bisa membawa Prabowo jadi Presiden atau tidak, itu biarlah rakyat yang menentukan," imbuhnya.

KSPI mendeklarasikan diri untuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/5). Dalam kesempatan itu Prabowo juga menekan 10 tuntutan yang disampaikan oleh KSPI.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Beritacenter KSPI Prabowo Pemilu 2019 Calon Kuat Pilpres Dukungan Prabowo

Berita Lainnya