Peristiwa

Penumpang Lion Air Diturunkan Usai Diteror Bom

Indah Pratiwi - 16/05/2018 19:35

Beritacenter.COM - Sebuah penerbangan maskapai pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 291 rute Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (PKU) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) yang seharusnya terbang pada pukul 13.35 WIB mengalami penundaan hingga pukul 15.54 WIB, Rabu (16/5). Penyebabnya, ada salah satu dari 200 penumpang mengaku teroris dan membawa bom di dalam tas bagasinya.

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan Lion Air menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan baik pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures) sesuai SOP.

"Seluruh 200 penumpang dewasa, barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening). Atas kerjasama yang baik di antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar," ujar Danang di Jakarta, Rabu(16/5/2018).

Usai pemeriksaan seluruh bawaan penumgpan, kata Danang, hasilnya pemeriksaan dalam pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGV itu tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan atau yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Lion Air telah menyerahkan DB ke avsec airlines, avsec Angkasa Pura II cabang Pekanbaru, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut," jelas dia.

Seluruh maskapai penerbangan menghimbau kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak kepolisian.

TAG TERKAIT :
Berantas teroris Berita Center Berita Kriminal Indonesia

Berita Lainnya