Politik

Politisi PDIP Sebut Jika Jokowi Dipasangkan dengan Prabowo Maka 'Autowin'

Fani Fadillah - 22/05/2018 22:30
Jokowi dan Prabowo

Beritacenter.COM - Sebuah hasil survei terkait simulasi calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) 2019 yang dirilis Indo Barometer cukup menarik dimana jika Joko Widodo dipasangkan dengan Prabowo Subianto ternyata hasilnya luar biasa.

Baca juga:

Perlu diketahui, Prabowo akan kembali bertarung di Pilpres 2019 yang artinya ia akan menantang kembali petahana Jokowi demi merebut kursi RI 1.

Akan tetapi yang menarik, dalam survei yang dirilis Indo Barometer, jika Jokowi disandingkan dengan Prabowo justru mereka mendapatkan suara terbesar dibandingkan jika Jokowi disandingkan dengan pasangan lain begitu juga dengan Prabowo.

Dari jumlah sampel 1200 responden dengan margin of error sebesar sekitar 2,83%, serta tingkat kepercayaan 95%, elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres tertinggi memang diraih oleh Jokowi-Prabowo jika keduanya menjadi pasangan duet Pilpres 2019.

Simulasi pasangan Jokowi-Gatot Nurmantyo 50,4% sedangkan Prabowo Subianto-Anies Baswedan 22,9%. Lalu jika Jokowi – AHY vs Prabowo – Anies Baswedan maka presentasentnya, 48% vs 23,1%.

Kemudian bila Jokowi maju bersama Kapolri Tito Karnavian 43,1% sedangkan Prabowo – Anies Baswedan 25,5%.

Dan apabila Jokowi – Prabowo melawan pasangan lainnya, Jokowi – Prabowo memeroleh 53,7% sedangkan Gatot Nurmantyo – Anies Baswedan 17,8%.

Dengan data tersebut, Politisi PDIP Maruarar Sirait mengatakan Prabowo merupakan pasangan terkuat untuk Jokowi dan jika mereka dipasangkan dapat dipastikan kemenangan mutlak ada di tangan mereka.

“Ini sebenarnya contoh yang baik. Saatnya berjuang ya berjuang, waktunya bersilahturahmi ya silahturahmi. Jadi itu wajar-wajar saja. Kalau rangka pemenangan hanya sekedar memenangkan pemilihan, dari data yang udah disampaikan tidak ada pasangan Jokowi yang paling kuat selain Prabowo, ga ada,” tegas Maruarar, Selasa (22/5/2018).

TAG TERKAIT :
Jokowi Prabowo Pilpres 2019

Berita Lainnya