Kriminal

Home Industri Mie Instan Kedaluwarsa di Mojokerto Raup Keuntungan Rp20-30 Juta Perbulan

Aisyah Isyana - 22/06/2018 23:37

Beritacenter.COM - Pemilik home industry mie instan berbahan mie kedaluwarsa di Mojokerto, Susanto (38), memproduksi 8 ton mie instan tiap pekannya. Susanto meraup keuntungan hingga Rp30 juta tiap bulannya dari produksi mie instan palsu tersebut.

Mier instan palsu yang di produksi Susanto diberi label super mie instan cap Bunga Trompet dan dijual dengan kemasan 10 kg. "Setiap kemasan dijual tersangka seharga Rp 5.500-7.500," kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, Jumat (22/6/2018).

Baca juga : Polisi Gerebek Home Industri Mi Instan dengan Bahan Kedaluwarsa di Mojokerto

Menurutnya, setiap pekannya tersangka dapat memproduksi 5-8 ton mie instan palsu. Dengan begitu, tersangka dapat memproduksi 20-30 ton mie instan palsu dari bahan baku mie kedaluwarsa dalam setiap bulannya.

Hasil produksi mie instan palsu itu kemudian dijual ke pasar-pasar tradisional di Mojokerto. "Keuntungan dari setiap kilogram mie ini Rp 1.000-1.500, dalam sebulan dia (Susanto) mendapat keuntungan Rp 20-30 juta," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan terhadap home industry mi instan di sebuah rumah kontrakan di Dusun/Desa Kembangsri, Ngoro, Mojokerto. Home industri mie instan itu diketahui mengolah mie kadaluwarsa dan mi produk gagal menjadi mi instan yang diedarkan ke pasaran.

Dari penggerebekan itu, polisi menetapkan pemilik home industry dengan nama UD Barokah, Susanto (38) sebagai tersangka. Sementara empat karyawan lainnya masih sebatas sebagai saksi

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Mojokerto Polres Mojokerto Mie Instan Kadaluwarsa Pabrik Mie Instan Kadaluwarsa

Berita Lainnya