News

Lagi! Wakapolri Tegaskan Tak Segan Copot Anggota yang Tak Becus Tangani Penjahat Jalanan

Fani Fadillah - 20/07/2018 21:45
Wakapolri Komjen Syafruddin

Beritacenter.COM - Untuk ke sekian kalinya, Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan kepada jajarannya untuk tidak ceroboh dalam menindak pelaku begal dan penjahat jalanan lainnya. Ia meminta anak buahnya untuk tidak sembarang melepas tembakan.

"Pokoknya tidak boleh ceroboh sepanjang itu situasi normal. Tidak boleh melakukan tindakan-tindakan, apalagi penembakan, tidak boleh," ujar Syafruddin di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (20/7).

Baca juga: Kemarin Kapolri, Sekarang Wakapolri: Kapolres Tak Bisa Tangani Penjambret Bakal Dicopot!

Syafruddin mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan seusai dengan standar operasional prosedur (SOP) di kepolisian. Dalam situasi tertentu, polisi diperbolehkan memberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan.

"Kecuali mengalami ancaman jiwa, baru bisa (melepas tembakan). Sepanjang itu masih situasi normal, tidak boleh ceroboh," katanya.

Di sisi lain, jenderal bintang tiga itu mengaku puas terhadap operasi cipta kondisi dengan sasaran kejahatan jalanan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini dilakukan salah satunya dalam rangka menyambut gelaran Asian Games pada Agustus mendatang.

"Street crime itu kita memerintahkan penanganan khusus dan hasilnya menggembirakan ya, sudah banyak begal ditangkap di Jabar, di DKI," ucap Syafruddin.

Syafruddin yang juga menjabat sebagai Chief de Mission (CdM) Asian Games itu menyatakan, penanganan street crime tak sesulit kasus terorisme. Namun begitu, harus ada keseriusan dari kepolisian.

"Gampang itu, tergantung kemauan ya. Jadi (pejabat kepolisian) yang tidak mau (serius menangani kejahatan jalanan) kita ganti. Kalau yang mau pasti berhasil," ujar Syafruddin.

Polri telah mengantisipasi berbagai ancaman kejahatan jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Salah satunya melakukan operasi cipta kondisi dengan sasaran kejahatan jalanan.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya saja, polisi telah menangkap seribu lebih begal, penodong, penjambret, preman, dan pelaku kejahatan jalanan lainnya. 11 Orang ditembak mati dan 40 lainnya dilumpuhkan saat penangkapan.

Tindakan polisi yang menembak mati pelaku kejahatan menuai protes dari beberapa lembaga bantuan hukum. Namun polisi berdalih yang dilakukan sudah sesuai SOP.

TAG TERKAIT :
Wakapolri Komjen Syafruddin

Berita Lainnya