Kriminal

Polisi Sebut Dua Tersangka Penyedia Kamar Prostitusi Kalibata Agen Properti

Aisyah Isyana - 08/08/2018 13:48

Beritacenter.COM - Praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City berhasil dibongkar polisi. Dua dari tiga tersangka berinisial TM dan RMV yang berperan sebagai penyedia kamar dalam prostitusi ini merupakan agen marketing properti.

Kedua tersangka itu diduga telah menjadikan 17 unit apartemen di Kalibata City sebagai tempat untuk kegiatan prostitusi. Sementara tersangka SBR alias Obay, berperan sebagai orang yang menjajakan para pekerja seks melalui aplikasi.

Baca juga :

"Kami menetapkan tiga tersangka yaitu dua orang laki laki dan satu orang perempuan. Untuk seorang perempuan dengan inisial R kemudian satu tersangka laki inisial T alias O itu mereka adalah agen marketing properti yang saat ini secara fakta kami kumpulkan ada 17 unit apartemen dari sekian puluh apartemen yang mereka pasarkan digunakan untuk praktek prostitusi," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan pemilik apartemen yang dijadikan tempat portitusi. Pasalnya, apartemen tersebut seharusnya disewakan bulanan, namun pada kenyataannya justru disewakan harian.

"Keterlibatan pemilik apartemen yang sesungguhnya masih kita dalami, karena pemilik apartemennya untuk disewakan secara bulanan dan tahunan, tapi pada prakteknya disewakan secara harian kepada para pihak baik PSK maupun pelanggan yang ingin menikmati," ujar Ade.

Untuk tersangka SBR, jelas Ade, memiliki peran sebagai mucikari yang menawarkan pekerja seks kepada calon pelanggan. SBR juga yang melakukan komunikasi bahkan mempertemukan pria hidung belang dengan wanita pekerja seks yang dipilih.

"Tersangka ketiga SBR alias O adalah muncikari. Dia orang terdepan yang melakukan komunikasi dengan calon calon pelanggan. Metode aplikasi nya dengan Beetalk dan We Chat," imbuh Ade.

Dalam menjalankan aksinya, SBR mencari pelanggan melalui aplikasi chat dengan berpura-pura menjadi perempuan. SBR mengirimkan sejumlah foto-foto perempuan kepada calon pelanggannya.

"SBR seorang laki-laki mengaku sebagai seorang perempuan. Kemudian menggoda calon pelanggannya dan menawarkan bahwa dia bisa memuaskan pelanggan dengan memberikan foto-foto," tuturnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat Pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Mucikari Berita Kriminal Indonesia Apartemen Kalibata City Prostitusi di Kalibata City

Berita Lainnya