Kriminal

Terisak Tangis, Ibunda Ferin Ingin Pelaku Pembakar Anaknya Dihukum Berat

Saya ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya. Anak saya sudah tiada, pelaku harus mendapat hukuman setimpal

Aisyah Isyana - 08/08/2018 15:27

Beritacenter.COM - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa gadis cantik bernama Ferin Anjani, di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga dan rekan sejawat korban.

Terlebih, jasad gadis cantik ini ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan hutan jati, Desa Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Rabu (1/8) lalu. Ibu korban, Kiswati, berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Sembari terisak dalam tangis atas kepergian putrinya, Kiswati menginginkan keadilan atas meninggalnya Ferin Anjani. "Saya ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya. Anak saya sudah tiada, pelaku harus mendapat hukuman setimpal," kata Kiswati.

Baca juga :

Jasad Ferin yang sebelumnya sempat dimakamkan di Kabupaten Blora, di bawa ke Semarang untuk dimakamkan di di TPU Dadapsari, Sendangmulyo. Jenazah korban tiba dirumah duka pada Selasa (7/8/2018) pagi.

Prosesi pemakaman korban berlangsung pada Selasa sore, diiringi isak tangis keluarga besar dan rekan sejawat yang hadir pada pemakaman tersebut. Lokasi pemakaman tak jauh dengan rumah duka di Perum PGRI blok K, Sendangmulyo, Tembalang.

Ibu korban tak dapat menahan tangis melihat putri kesayangannya telah tiada. Menurutnya, sang putri terakhir mengontaknya pada 31 Juli lalu. Korban sendiri diketahui sempat pamit kepada teman kosnya untuk keluar bertemu teman lelakinya sekira pukul 20.00 WIB.

"Saya dikabari teman kosnya di Siliwangi Residence, dia keluar menggunakan taksi online. Katanya tidak lama akan balik lagi," terang Kiswati.

Kendati begitu, ponsel Ferin sudah tak dapat dihubungi lagi sekira pukul 22.00 WIB. Kiswati pun menunggu kabar anaknya hingga tanggal 2 Agustus. Kendati tak kunjung ada kabar dari Ferin, Kiswati pun membuat laporan hilangnya Ferin ke Polrestabses Semarang.

"Setelah laporan itu, saya juga sempat buka berita lewat hape ada mayat ditemukan di Blora. Saya nggak nyangka kalau itu anak saya," bebernya.

Baca juga :

Kekhawatiran Kiswati pun semakin bertambah saat sahabat Ferin mendatanginya di rumah. Rekan sejawat korban ini mengaku sudah kehilangan kontak sehari semalam dengan Ferin.

"Jadi kami melakukan laporan hilangnya Ferin setelah temannya itu datang ke sini. Dikiranya Ferin pulang ke rumah," ungkap Kiswati.

Adanya kabar penemuan mayat gadis yang hangus terbakar tanpa identitas di Blora membuat kekhawatiran Kiswati semakin menjadi. Terlebih, Ferin diketahui tak membawa KTP saat pergi meninggalkan kostnya.

"Jadi Ferin itu pergi tidak bawa KTP. Hanya sejumlah uang, handphone, dan perhiasan. KTP-nya ditinggal di kamar kosnya," tutur Kiswati.

Setelah berkoordinasi dengan polisi, pihak keluarga kemudian mencocokkan ciri-ciri jenazah yang hangus terbakar di Blora. Setelah yakin, lalu jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa lebih lanjut. Kemudian pagi ini baru sampai di rumah," ujarnya.

Untuk diketahui, polisi berhasil meringkus pelaku bernama Kritiyan Wibowo, yang diketahui berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang. Polisi melacak pelaku melalui handphone korban yang dibawanya.

"Handphone, uang, dan perhiasan Ferin juga dibawa oleh pelaku. Jadi dilacak melalui handphone yang dibawanya," kisah Kiswati pilu.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah membunuh korban Ferin Anjani dengan cara dibakar. Parahnya, pelaku membakar korban hidup-hidup dengan tangan dan kaki terikat.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar,"

TAG TERKAIT :
Polrestabes Semarang Berita Kriminal Indonesia Ferin anjani Pembunuhan wanita cantik di blora Jasad Wanita Dibakar di Blora

Berita Lainnya