Internasional

Usai Kim Jong Un dan Trump Bertemu, AS dan Korut Kembali Memanas

Indah Pratiwi - 10/08/2018 16:56

Beritacenter.COM - Usai pemimpin Korea Utara(Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu di Singapura, rupanya kini kembali tegang lantara Korut mengklaim AS begitu keras melakukan denuklirisasi sepenuhnya.

"Kami berharap bahwa itikad baik ini akan berkontribusi untuk menghancurkan penghalang ketidakpercayaan yang ada antara DPRK dan AS dan untuk membangun rasa saling percaya," kata misi Korut menggunakan akronim nama resmi negara itu Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Namun, AS menanggapi harapan kami dengan menghasut sanksi internasional dan tekanan terhadap DPRK," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari The Hill, Jumat (10/8/2018).

Korut mengatakan bahwa AS jangan berharap adanya kemajuan dalam implementasi dari kesepakatan bersama antara kedua negara yang dicapai awal tahun lalu.

AS dinilai tidak memiliki etika dan sopan santun lantaran menolak niat baik dan bertahan dengan upaya memaksa yang sebelumnya telah dicoba dengan gagalnya kesepakatan di pemerintahan sebelumnya.

"AS harus, bahkan pada waktu terlambat ini, menanggapi upaya tulus kami dengan cara yang sesuai," tambah misi Korut dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Trump telah memuji pertemuannya dengan Kim Jong Un dalam pertemuan puncak di Singapura pada Juni lalu. AS memberi jaminan keamanan yang ditentukan sebagai ganti denuklirisasi Semenanjung Korea.

Akan tetapi, menurut penasihat Donald Trump mengatakan bahwa Korut belum melakukan langkah apapun dalam perjanjian denuklirisasi tersebut. AS pun mengambil keputusan sanksi ekonomi terhadap negara itu sampai langkah perjanjiannya terpenuhi.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya