News

Jaga Nama Baik Bangsa, Kapolri Imbau Masyarakat Tak Demo Hingga Asian Games Selesai

Ini di mana Asian Games, kita mempertaruhkan nama bangsa. Maka, demi kepentingan publik, bangsa dan negara, ada aturan hukum dimana Kapolda dapat mengeluarkan maklumat. Maklumat ini sudah dikeluarkan Kapolda Metro Jaya untuk tidak melaksanakan aksi dan demo selama Asian Games

Aisyah Isyana - 30/08/2018 15:19

Beritacenter.COM - Selama perhelatan Asian Games 2018 digelar, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi demonstrasi. Tito meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban, terutama untuk warga Jakarta dan Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games.

"Kita mengimbau kepada masyarakat khususnya di Jakarta-Palembang, tolong tahan diri untuk tidak melaksanakan aksi unjuk rasa demi kepentingan publik, persatuan, dan kesatuan bangsa. Ini harapan kita," kata Tito, kepada wartawan, Kamis (30/8/2018).

Baca juga :

Demi menjaga ketertiban selama perhelatan pesta olahraga se-Asia, Tito berharap agar masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan demonstrasi. Tito menyebut jika Kapolda Metro juga sudah mengeluarkan maklumat melarang adanya unjuk rasa.

"Mengenai demo, Pak Kapolda Metro, sesuai dengan aturan UU yang ada, kita juga mengeluarkan maklumat. Kita tahu bahwa dilindungi oleh UU nomor 9 tahun 98. Tapi, di situ ada pembatasan di pasal 6," ucap Tito.

"Di antaraya tidak menggangu ketertiban publik kemudian mengindahkan etika dan moral. Artinya nggak boleh menghujat. Kemudian ketiga, harus menghargai hak azasi dan kebebasan orang lain. Kemudian keempat, harus menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa," sambung Tito.

Menurutnya, pihak kepolisian bisa membubarkan aksi demonstrasi jika melanggar beberapa hal yang telah disebut. Adapun hal itu juga telah diatur dalam UU nomer 9 tahun 98.

"Sanksinya di pasal 15 UU 9 tahun 1998, yang melanggar pasal 6 itu dapat dibubarkan. Jadi, kemerdekaan menyampaikan pendapat atau unjuk rasa, demo tidak bersifat absolute semau-maunya," kata Tito.

Kapolri menambahkan, perhelatan Asian Games sendiri merupakan momen membentuk citra Indonesia di mata negara lain. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk senantiasa menjaga ketertiban dan tidak menggelar aksi demonstrasi terlebih dahulu.

"Ini di mana Asian Games, kita mempertaruhkan nama bangsa. Maka, demi kepentingan publik, bangsa dan negara, ada aturan hukum dimana Kapolda dapat mengeluarkan maklumat. Maklumat ini sudah dikeluarkan Kapolda Metro Jaya untuk tidak melaksanakan aksi dan demo selama Asian Games," ucap Tito.

Upacara penutupan Asian Games 2018 sendiri tinggal menghitung hari. Dimana seremoni penutupan itu akan digelar di Jakarta pada 2 September 2018 mendatang. Sebanyak 9.422 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda akan disiagakan untuk berjaga.

TAG TERKAIT :
POLRI Kapolri Demonstrasi Asian Games Pengamanan Asian Games Penutupan asian games 2018

Berita Lainnya