Politik

Kritik Media, Prabowo Ingin Kembali ke Masa Orde Baru

Anas Baidowi - 06/12/2018 15:37

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf menilai calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ingin mendekte media seperti yang dilakukan pemerintah Orda Baru beberapa puluh tahun lalu. Hal itu diungkapkan terkait sikap Prabowo mengkritik Media sosial soal pemberitaan reuni 212.

“Prabowo bilang (reuni) aksi 212 tidak terlalu diungkap oleh media. Kami pantau, headline media cetak banyak sekali menampilkan foto-foto aksi (reuni) 212, mungkin tidak semua TV yang live, tetapi pemberitaan, liputan bahkan talk show-talkshow banyak sekali hampir di semua TV,” kata Wakil Direktur TKN Jokowi-KH Ma'ruf, Lukman Edy dalam konferensi pers di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Baca Juga : Gila..! Sandi Merasa Lebih Hebat Dari Nabi Yusuf ?

“Kalau kemudian, kebanyakan atau sebagian besar TV, media-media cetak dan elektronik menyiarkan fakta-fakta, sebenarnya bukan framing, saya kira tidak bisa disalahkan medianya, itu bagian dari objektifitas media dalam melihat (reuni) 212,” lanjut politikus PKB itu.

Menurutnya media massa berttanggung jawab menyampaikan fakta apa adanya.

“Pada posisi inilah saya melihat Prabowo itu tidak clear dalam menilai pilar demokrasi. Media itu salah satu pilar demokrasi. Kalau kemudian objektifitas media dianggap sebagai pihak yang negatif terhadap gerakan 212 dan negatif terhadap pak Prabowo yang ada di belakangnay itu merupakan subjektiftas Prabowo sendiri,” ujar Edy.

Baca Juga : Sikat Habis Koruptor, Jokowi Terbitkan PP Nomor 43/2018

Dia menilai sikap Prabowo yang marah ke media hanya menunjukkan karakternya yang ingin mendikte pers seperti di era pemerintahan Orde Baru. “Karakter ingin mendikte, karakter framing media. Seperti ini yang dilakukan 20 tahun lalu, saat ini sudah enggak bisa,” tukas Edy.

“Jangan memandang media ini dengan kacamata subjektifitas, biarkan media ini tumbuh dengan objektifitasnya sendiri, dengan cara pandangnya sendiri. Karna ini bagian dari tanggung jawab media untuk membangun demokrasi kita.”

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Orde Baru Prabowo Sandi

Berita Lainnya