Peristiwa

BMKG Sebut Angin Kencang di Bogor Terjadi Akibat Awan Kumulonimbus

Aisyah Isyana - 07/12/2018 08:33

Beritacenter.COM - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bogor, Hadi Saputra mengatakan, angin kencang disertai hujan deras dan petir yang menumbangkan pohon dan merusak ratusan rumah di Bogor pada Kamis (6/12/2018), disebabkan lantaran adanya bentukan awan kumulonimbus yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019. "Hasil awan CB (kumulonimbus) itu antara lain angin kencang, petir, dan hujan lebat," jelasnya, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (7/12/2018).

Baca juga :

Sebelumnya, empat kelurahan di wilayah Bogor Selatan, yakni di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan, dan Kelurahan Lawanggintung, mengalami cuaca buruk, mendung dan gelap, yang mulai terjadi sekira pukul 15.00 WIN, Kamis sore.

Angin kencang di wilayah itu mengakibatkan pohon-pohon tumbang dan menimpa enam unit kendaraan yang melintas, baik mobil pribadi maupun angkutan umum. Selain itu, ratusan rumah mengalami kerusakan karena atapnya diterjang angin puting beliung.

Hardi mengatakan, kecamatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis, Lawang Gintung, dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekira 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan.

"Sapuan angin biasanya mencapai sejauh 100 meter hingga 1 km mengikuti arah angin," katanya.

Dengan adanya fenomena alam itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrem yang masih berpotensi terjadi. "Masyarakat diimbau kalau sudah terdengar petir jangan berada di lapangan, di bawah pohon, atau papan reklame," kata Hadi.

TAG TERKAIT :
Angin Puting Beliung Bencana Alam BMKG Puting beliung di bogor

Berita Lainnya