Kriminal

Tiga Kurir Narkoba Jaringan Napi Diciduk Polisi

Dewi Sari - 18/12/2018 01:45

Beritacenter.COM - Tim Bandit Polsek Tegalsari mengamankan tiga orang kurir narkoba jaringan Lapas Pamekasan dan Banyuwangi. Dari tangan pelaku polisi mengamankan sabu seberat 4,7 gram sementara dari dua tersangka yang lain, polisi menemukan 25,3 gram sabu.

Ketiga pelaku adalah Ade Widya, 37, warga Jalan Kertajaya, Surabaya, sebagai kurir dari napi di Lapas Pamekasan. Dua lagi adalah Rifky, 19, dan Elfan, 19, keduanya warga Sidoarjo

Ketiganya ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa diwilayahnya sering dijadikan transaksi barang haram tersebut.

Polisi langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan dengan diamankan tersangka pertama bernama Ade yang saat itu sedang melakukan transaksi narkoba.

Polisi yang melihat Ade hendak meranjau sabu langsung menangkapnya saat itu. Dari tangan Ade ini polisi menyita satu poket sabu dengan berat 0,3 gram.

“Kami bawa tersangka ke rumahnya dan kami temukan sabu seberat 4 gram yang sudah dibagi menjadi tujuh poket siap edar,” ujar Kapolsek Tegalsari Kompol David Tryo Prasojo.

Polisi langsung membawa ke Mapolsek Tegalsari dan menginterogasi tersangka. Tersangka awalnya berbelit-belit saat ditanya mengenai jaringannya. Hingga akhirnya polisi membuka ponselnya dan diketahui ia menjadi kurir salah satu napi di Lapas Pamekasan.

Dari penyelidikan terhadap ponsel ini juga diketahui jika tersangka hendak mengambil sabu di Jalan Raden Patah, Sidoarjo.

“Kami meminta tersangka untuk melanjutkan transaksi tersebut. Tapi anggota kami sebar di lokasi yang sudah ditentukan untuk pengambilan sabu,” katanya.

Setelah diintai akhirnya ditemukan kedua tersangka berada di lokasi yang ditentukan. Pihaknya langsung membawa sabu kedua tersangka Elfan dan Rifky beserta sabu seberat 25,3 gram yang hendak diserahkan ke tersangka Ade.

Dari keterangan tersangka, Ade hanya sebagai kurir yang diminta seorang napi di Lapas Pamekasan untuk mengirim sabu. Ade mendapat perintah via telepon dari napi tersebut. Ia ditelepon setiap dua hari sekali. Untuk jam telepon terjadi pada siang hari yaitu pukul 13.00. Malam hari juga pernah ditelepon untuk mengirim sabu.

“Ia mengirim sabu sesuai perintah napi melalui pesan singkat ponselnya. Biasa ia ditelepon pukul 19.00,” katanya.

Keterangan Ade ia mendapat uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk sekali antar. Sementara tersangka Elfan dan juga Rifky mendapat upah Rp 100 ribu sekali antar.

“Sesama napi ini saling berhubungan dan mengerahkan kurirnya untuk saling menyerahkan sabu. Diduga RN yang berada di Pamekasan kehabisan stok sabu sehingga meminta napi di Pamekasan,” katanya.

TAG TERKAIT :
Narkoba Kriminal Kurir narkoba Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya