News

Soal Kasus Pengaturan Skor, Ma'ruf: Mengecewakan Kalau Betul Ada

Fani Fadillah - 28/12/2018 12:53
Ma'ruf Amin

Beritacenter.COM - Dunia sepak bola Indonesia belakangan menjadi sorotan. Pasalnya ada dugaan pengaturan skor dalam Liga 1 Indonesia. Melihat hal itu, Cawapres Ma'ruf Amin mengaku kecewa jika memang kasus itu terbukti benar adanya. Menurutnya sepakbola Indonesia tak akan maju jika masih ada kasus seperti itu.

Baca juga:

"Wah mengecewakan betul kalau pengaturan skor itu benar-benar terjadi. Tidak akan maju sepak bola nasional kita kalau benar terjadi pengaturan skor," ujar Kiai Ma'ruf di kediamannya, Jakarta, Jumat (28/12).

Ma'ruf mengatakan dirinya prihatin sepak bola dijadikan mesin judi. Seharusnya, Indonesia bisa mencontoh negara lain dalam membangun prestasi di bidang olahraga sekaligus dengan bisnisnya sehingga tak muncul permasalahan seperti ini.

"Kalau kita amati di Amerika Latin dan Eropa selain mengejar prestasi, sepak bola juga menjadi bisnis yang tanpa merusak mutu permainan," jelas Ma'ruf.

Terakhir, Ma'ruf meminta agar semua pihak tenang dan serahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Ambil hikmahnya dan pikirkan kembali cara untuk membangkitkan sepak bola Indonesia.

"Harapan saya jangan ada lagi pengaturan skor. Kalau bisa sepak bola Indonesia dimulai dengan pemilihan pemain berbakat secara baik. Ditambah dengan pelatih yang pintar dan berkualitas yang bisa memberikan metode pelatihan bola yang baik. Mari jadikan sepak bola Indonesia menarik," pungkasnya.

Diketahui, Polisi menetapkan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng sebagai tersangka kasus mafia skor pertandingan. Selain Johar Lin Eng, polisi menetapkan Anggota Komisi Wasit, P dan anaknya A sebagai tersangka dalam skandal pengaturan skor sepak bola itu.

"Sudah tersangka, sudah. Sudah kami tangkap berarti tersangka ya," ujar Argo.

Menurut dia, penangkapan dilakukan usai menerima laporan bahwa adanya dugaan pengaturan skor di liga 2 dan liga 3 sepak bola Indonesia di Jawa Tengah khususnya.

Usai menerima laporan tersebut, kepolisian langsung memeriksa 11 saksi. Setelah mendengar keterangan dari para saksi, polisi meningkatkan status perkara ini menjadi penyidikan.

Sebelumnya, Johar Lin Eng ditangkap pada saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 09.55 WIB. Usai menangkap Johar, tim bergerak ke daerah Semarang, dan mengamankan P. "Penyidik juga menangkap di daerah Pati inisial A (Anik) itu," pungkas Argo.

TAG TERKAIT :
PSSI Ma'ruf Amin Jokowi-Ma'ruf Amin Jokowi-KH Ma'ruf Pengaturan skor Exco PSSI Match fixing

Berita Lainnya