Politik

Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ace: Besar Kemungkinan Dilakukan Piihak yang Tak Siap Kalah

Besar kemungkinan ada yang sedang merancang skenario untuk dari awal untuk mendelegitimasi hasil pemilu dengan alasan pemilu curang. Ini jelas tindakan yang berbahaya. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah

Aisyah Isyana - 03/01/2019 09:59

Beritacenter.COM - Tindakan cepat KPU untuk mengambil langkah untuk melapor ke polisi terkait adanya informasi hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos, mendapat apresiasi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Menanggapi adanya kabar hoax terkait tujuh kontainer surat suara terocoblos ini, TKN Jokowi mendukung polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Pasalnya, kabar hoax ini dinilai sangat berbahaya bagi stabilitas politik dan sangat meresahkan masyarakat.

Baca juga :

"Mendukung aparat keamanan untuk memburu pelaku kejahatan dan aktor intelektual yang memproduksi dan menyebarkan kabar bohong ini. Karena kejahatan ini adalah tindakan yang berbahaya bagi stabilitas politik, meresahkan masyarakat, mengganggu pemilu, dan berpretensi mendelegitimasi pemilu," kata juru bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, kobar hoax surat suara tercoblos ini telah merugikan timses Jokowi-Ma'ruf. Untuk itu, Ace kembali mengingatkan soal pemilu yang beradab yang lebih mengedepankan adu gagasan dan prestasi ketimbang ajang sebar kabar bohong alias hoax.

"Kami jelas dirugikan dengan permainan skenario ini. Karena dituduh berbuat curang. Padahal dari awal kita ingin gunakan momen pemilu ini sebagai adu gagasan, adu prestasi, dan memilih pemimpin yang terbaik. Bukan justru sebagai ajang sebar kabar bohong dan menghalalkan segala cara untuk kekuasaan," ujar politikus Golkar itu.

Sebelumnya, kabar hoax soal tujuh kontainer surat suara tercoblos ini tersebar di grup WhatsApps. Selain itu, kabar itu juga diungkapkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arif melalui akun Twitternya, @AndiArief__.

Menaggapi informasi itu, KPU bersama Bawaslu langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (2/1). Alhasil, setelah dicek lebih lanjut, KPU memastikan kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos itu bohong alias hoax. Saat ini, kasus itu telah dilaporkan Komisioner KPU Hasyim Asy'ari ke Bareskrim Polri.

Menurut Ace, skenario ini diduga segaja digunakan untuk menciptakan ketidakpercayaan publik kepada lembaga penyelenggaraan pemilu. Ace bahkan menyebut skenario ini digunakan oleh pihak-pihak yang tak siap kalah.

"Besar kemungkinan ada yang sedang merancang skenario untuk dari awal untuk mendelegitimasi hasil pemilu dengan alasan pemilu curang. Ini jelas tindakan yang berbahaya. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah," kata Ace.

Adanya kasus ini, membuat Ace kembali menyinggung peristiwa tercecernya e-KTP di sejumlah daerah. Untuk itu, Ace berharap agar skenario semacam ini agar segera dihentikan.

"Ini paralel dengan rangkaian skenario yang coba dimainkan, dari mengangkat soal e-KTP yang dimusnahkan, pemilih hantu, sampai soal surat suara yang didatangkan dari China. Cara-cara seperti ini harus dihentikan," pungkas dia.

TAG TERKAIT :
Politik KPU Bareskrim Polri Pilpres 2019 TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Berita Lainnya