Internasional

Survei Singapura Sebut ASEAN Harus Waspda Dengan Geostrategis China

Indah Pratiwi - 07/01/2019 14:25

Beritacenter.COM - Negara-negara kawasan Asia Tenggara(ASEAN) harus ekstra hati-hati dengan pengaruh dan kebangkitan China atau Tiongkok lantaran pembangunan yang dikenal Belt and Road Initiative(BRI) bisa mempengaruhi besar di Asia Tenggara.

Dilansir Reuters, survei bernama ISEAS-Yusof Ishak Institute telah menyurvei 1.008 responden dari 10 negara anggota ASEAN baik yang menduduki di pemerintahan, akademik, komunitas, bisnis, media dan masyarakat sipil, Senin(7/1).

Sebanyak 73 persen responden menyebut pengaruh strategi China diyakini memiliki ambisi politik yang lebih besar dan cenderung negative di Asia Tenggara dari pada Amerika Serikat(AS). Ambisi geostrategis Beijing dinilai memiliki niat untuk mengubah Asia Tenggara menjadi pengaruhnya dan tunduk dalam pemerintahannya secara tanpa sadar.

"Hasil ini adalah seruan bagi China untuk membakar citra negatifnya di seluruh Asia Tenggara meskipun Beijing berulang kali menjamin kebangkitan ramah dan damai," tulis para penulis laporan kelompok itu yang dikutip Reuters.

Pemerintah negara-negara di Asia Tenggara harus berhati-hati dalam menegosiasikan proyek-proyek BRI China.

"Untuk menghindari perangkap utang keuangan yang tidak berkelanjutan dengan China," lanjut laporan itu mengacu pada sikap responden di Malaysia, Filipina dan Thailand.

"Kearifan konvensional yang dipegang China berpengaruh dalam ranah ekonomi sementara Amerika Serikat menggunakan pengaruhnya dalam ranah politik-strategis perlu ditinjau kembali berdasarkan hasil survei," imbuh laporan lembaga tersebut.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Berita Hoax Berita Hoaks

Berita Lainnya