Internasional

Tinggi Nyaris 2 Meter, Atlet Seksi Ini Kesulitan Punya Pacar

Fani Fadillah - 08/01/2019 11:40

Beritacenter.COM - Kebanyakan orang menginginkan tubuh yang tinggi. Untuk mendapatkannya, berbagai cara pun dilakukan mulai dari olahraga hingga minum obat peninggi badan.

Namun rupanya hal itu tak berlaku bagi wanita asal Inggris bernama Jade. Dilansir dari TheSun pada Selasa (8/1/2019), Jade Slavin (26), seorang atlet taekwondo asal kota Durham, mengaku bahwa ia pernah membenci tubuhnya sendiri – hal ini disebabkan oleh lontaran kata-kata kasar seperti ‘jelek’ dan ‘freak’ yang dilayangkan padanya.

Hinaan itu membuat Jade rindu masa-masa saat dirinya masih pendek. Tapi pada umur 16 tahun, ia beralih menjadi model untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Mindset-nya kemudian berubah ketika ia ditawari menjadi perwakilan GB Team di Taekwondo pada umur 21 tahun. Ia berhasil memenangkan sebuah kejuaraan di Glasgow pada 2014, memenangkan dua kejuaraan dunia dan kejuaraan Eropa.

Setelah memenangkan beberapa kejuaraan ini, wanita setinggi 193 cm ini sadar bahwa tinggi badannya lah yang membantunya meraih kesuksesan di bidang olahraga karena ia memiliki kaki panjang yang sangat diinginkan oleh atlet-atlet lain.

Sekarang wanita yang menjadi pelatih taekwondo ini merasa bangga pada dirinya sendiri – ia tidak membungkukkan badan ketika difoto atau menunduk ketika di jalanan lagi.

“Ketika aku di sekolah, aku benci menjadi tinggi. Aku pernah dibully karena penampilanku dan aku menjadi malu. Hal yang paling membuatku menderita adalah ketika mendengar komentar orang saat aku pergi berbelanja,” ungkap Jade.

Menurutnya, ia sering mendengar orang-orang berbisik tentangnya, bahkan secara diam-diam mengambil fotonya. Hal ini benar-benar membuatnya kehilangan percaya diri.

“Aku sering mendengar komentar negatif selama bertahun-tahun, mulai dari para perempuan yang berbisik ‘aku tidak mau menjadi setinggi itu’ sampai mendapat candaan tentang tinggi badanku ketika aku pergi ke bar. Awalnya candaan ini aku anggap biasa saja, namun ketika kamu mendengarnya secara terus-menerus, kamu akan merasa terganggu,” ujarnya lagi.

“Aku benci menjadi tinggi dan berbeda dari yang lainnya. Aku hanya ingin menjadi wanita biasa yang memakai heels dan tidak mendapat tatapan aneh serta bisikan-bisikan setiap saat,” ucapnya.

Kemudian, Jade mengungkapkan bahwa karier olahraganya membuat segalanya berubah. Ketika Jade bergabung dengan GB Team, ia merasa bangga karena berhasil mewakili negaranya.

“Tinggi badanku membawaku menuju kesuksesan dan sekarang ketika aku mendengar orang berbisik di jalan, aku akan mengabaikannya dan tersenyum,” katanya.

Dia mengaku banyak juga orang yang memuji tubuh tingginya, namun dengan kaki yang panjangnya mencapai 126,7 cm membuatnya sulit menemukan pakaian yang pas.

“Salah satu hambatan terbesar yang kuhadapi adalah ketika mencari pakaian yang pas di kakiku yang sangat panjang. Tidak banyak toko-toko yang menjual pakaian khusus orang tinggi, bahkan jika ada pun koleksinya tidak begitu banyak,” ungkapnya.

Jade kemudian menambahkan bahwa hambatan terbesar selanjutnya adalah ketika mencari pacar. “Hambatan lainnya adalah ketika mencari pacar karena aku suka laki-laki yang setara denganku atau lebih tinggi, dan di daerahku tidak terlalu banyak laki-laki tinggi,” tambahnya.

Sekarang Jade telah membagikan pengalaman dan sarannya kepada mereka yang sering merasa insecure akan tinggi badannya.

“Jangan biarkan siapa pun membuatmu jatuh. Aku menghabiskan banyak waktu untuk membenci diriku sendiri dan akan menangis di depan ibuku, berharap aku menjadi normal. Tapi terimalah bahwa kamu berbeda. Hal ini telah membawaku menuju banyak kesuksesan yang tidak akan bisa kudapatkan jika aku terlahir lebih pendek,” ujar Jade.

Jade pun memberikan kata-kata terakhirnya yang bisa menginspirasi banyak orang.

“Terima dirimu apa adanya dan jangan biarkan orang lain meredupkan sinarmu,” pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Wanita dengan tinggi 2 meter Wanita tertinggi Wanita tertinggi di dunia

Berita Lainnya