Nasional

Indonesia Akan Pimpin Presidensi DK PBB, Ini Programnya...

Indah Pratiwi - 09/01/2019 16:08

Beritacenter.COM - Pemerintah Indonesia akan memegang Presidensi Dewan Keamanan(DK) PBB mulai Mei 2019 hingga pertengahan 2020. Program utama Indonesia akan terus mendukung penuh Palestina di dewan tersebut.

"Tim DK PBB telah diperkuat sejak Oktober 2018. Indonesia akan memegang presidensi DK pada Mei 2019 dan pertengahan 2020," kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Rabu(9/1/2019).

Politik luar negeri Indonesia, kata Retno, akan tercurah pada keanggotaan Indonesia di DK PBB untuk terus mengupayakan Palestina. Selain itu, Indonesia juga akan mengangkat keamanan, masalah terorisme, dan sinergi antar lembaga organisasi PBB.

"Tim DK PBB telah diperkuat sejak Oktober 2018. Indonesia akan memegang presidensi DK pada Mei 2019 dan pertengahan 2020. Isu terkait pemeliharaan perdamaian, pemberantasan terorisme; sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta Palestina, antara lain akan menjadi perhatian Indonesia (di DK PBB)," ujarnya.

Retno melanjutkan, Indonesia pada tahun ini akan mencoba menggagas beberapa pertemuan internasional untuk memperkuat kerja sama dengan negara lain di sekitar kawasan. Tahun 2019 ini, kata Retno, akan menjadi tahun yang tersibuk untuk Indonesia.

"Bagi Indonesia, peran kawasan dalam menopang perdamaian dunia harus diperkuat. Keamanan kawasan adalah tulang punggung perdamaian dunia. Dalam konteks inilah Indonesia akan terus bekerja untuk memperkuat arsitektur kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Bukan itu saja, Indonesia juga akan terus mengedepankan peran perempuan dalam kemanusiaan dan perdamaian.

"Di tahun 2019, Indonesia akan juga menggagas beberapa inisiatif, antara lain, Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue, Indonesia-South Pacific Forum, Indo-Pacific Maritime Dialogue, Indonesia-Latin America and Caribbean Business Forum, Pacific Expo dan Indonesia-Visegrad Countries Forum. Dalam kaitan ini, Indonesia antara lain akan berinisatif menyelenggarakan pertemuan 'women and peace' dengan mengundang para diplomat perempuan ASEAN," katanya.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Berita Hoaks

Berita Lainnya