Kriminal

Nyambi "Jajakan" Siswi SMA, Mahasiswi di Tanjungpinang Diamankan Polisi

Fani Fadillah - 15/02/2019 16:59
Marsabela diamankan polisi

Beritacenter.COM - Seorang mahasiswi bernama Marsabela (19) harus berurusan dengan polisi karena diduga menjadi muncikari pelajar SMA berinisial AA (17). Pelaku diamankan Satreskrim Polres Tanjungpinang di Hotel BBR, Jalan Pantai Impian, Rabu (13/2/2019) kemarin malam.

Baca juga:

Marsabela menjajakan korban kepada Hasan (41) dengan bayaran Rp1 juta untuk melayani pelanggannya.

Penangkapan itu juga dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendi Alie. Penangkapan Hasan dan Marsabela bermula dari laporan orangtua korban berinisial M. Ayah korban tak terima sang anak dijual kepada pria hidung belang.

"Korban diminta melayani seorang lelaki di dalam hotel di Tanjungpinang. Orang tua korban tahu kejadian itu dari pacar korban," kata Alie di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (15/2/2019).

Selama ini pelaku sudah beberapa kali menawarkan perempuan kepada Hasan yang sudah dikenalnya sejak lama. Marsabela menawarkan korban kepada Hasan melalui WhatsApp. Setelah itu, Hasan menunggu korban di dalam kamar hotel setelah janjian dengan Marsabela. Selanjutnya, Marsabela menunggu korban di sekitar hotel saat melayani Hasan.

"Pengakuan tersangka, sudah tiga kali menawarkan perempuan kepada Hasan. Korban ditawarkan lewat WhatsApp," ujar dia.

Korban diupah Rp1 juta untuk melayani pelaku. Dari hasil pemeriksaan pteugas, korban sendiri baru pertama kali dijajakan tersangka. "(Marsabela) mendapat uang jasa sebesar Rp200 ribu. Untuk lebih jelas kasusnya masih dalam penyelidikan," ujar Alie.

Saat ini Marsabela dan Hasan sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya masih mencari tahu apakah masih ada korban lain yang telah dijajakan tersangka. Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa satu helai baju, celana, pakaian dalam wanita, dan celana dalam.

"Kedua tersangka sudah kita tahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kita masih cari tahu apakah masih ada korban lainnya," ujar dia.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diduga melanggar Pasal 81 UU RI No 17/2016 tentang penetapan peraturan pemeintah pengganti UU No 1/2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 56 KUHP. "Kedua tersangka terancam paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara," imbuhnya.

TAG TERKAIT :
Prostitusi PSK Prostitusi Online Muncikari

Berita Lainnya