Nasional

Yenny Wahid Sebut Indonesia Sudah Hijrah dari Sistem Otoriter, Rakyat Bebas Tentukan Pilihan

Dulu nggak bisa ngomong bersebelahan, mau nyoblos sembarangan pun nggak bisa. Sekarang terserah, jadi Indonesia juga sudah hijrah sebetulnya. Hijrahnya rakyatnya berdaulat, rakyatnya punya suara dan bisa menentukan siapa pemimpinnya, siapa yang mewakilinya di MPR, di DPR

Aisyah Isyana - 20/02/2019 20:23

Beritacenter.COM - Yenny Wahid berbicara soal Indonesia yang telah hijarh dari negara dengan sistem otoriter. Menurutnya, perubahan itu telah membawa Indonesia menjadi ke arah yang lebih baik lagi, yakni dari sistem otoriter menuju sistem negara berkedaulatan rakyat.

"Hijrahnya negara itu dari mana? Hijrahnya negara itu dari sistem yang otoriter, sistem yang merepresi warganya, sistem yang membuat banyak keburukan di masyarakat, menuju sistem di mana rakyatnya yang berdaulat, itu sudah kita laksanakan," jelas Yenny dalam seminar 'Hijrah Menuju Indonesia Maju' di Hotel Max One, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/2/2019).

Baca juga :

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan, masyarakat zaman dulu sulit melakukan komunikasi dengan pihak yang bersebelahan, berbeda dengan sekarang. Dia mengatakan, Indonesia sudah hijrah dan menghargai perbedaan, dimana rakyat dapat bebas menentukan pilihannya.

"Dulu nggak bisa ngomong bersebelahan, mau nyoblos sembarangan pun nggak bisa. Sekarang terserah, jadi Indonesia juga sudah hijrah sebetulnya. Hijrahnya rakyatnya berdaulat, rakyatnya punya suara dan bisa menentukan siapa pemimpinnya, siapa yang mewakilinya di MPR, di DPR," lanjut Yenny.

Yenny yang juga merupakan timses Jokowi-Ma'ruf ini menyebut Indonesia sebagai negara yang sejahtera, tertama dalam bidang kesehatan. Hal itu ditunjukkan dengan adanya asuransi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau dari saya pribadi menganggap kita lebih sejahtera, kenapa? Karena rakyat sekarang punya solusi kesehatan. Ini jangan dianggap remeh. Persoalan asuransi kesehatan itu besar sekali. Berapa tahun yang lalu apa kita punya fasilitas itu? Nggak punya. Sekarang mau kemoterapi, cuci darah, sekali kemo Rp 100 juta dibayar oleh negara. Sekarang kalau mau cuci darah seminggu dua kali dibayar oleh negara. Ini lebih sejahtera nggak untuk ukuran itu?" tambah Yenny.

Pada kesempatan itu, Yenny sempat menyinggung pihak-pihak yang menyebut Indonesia tidak sejahtera. Menurutnya, segelintir masyarakat yang menyebut hal itu hanya terpaku dengan jargon yang beredar.

"Maksud saya apa? Kita ini kadang cuma terpaku pada jargon-jargonya rakyat tidak sejahtera, tapi ketika kita minta detailnya nggak bisa dijelasin," kata Yenny.

TAG TERKAIT :
Nasional Yenny Wahid Sistem Negara Otoriter Negara Berkedaulatan Rakyat

Berita Lainnya