News

Skimmer ATM Ramyadjie Dapat Data Nasabah dari Komunitas di Deep Web

Aisyah Isyana - 19/03/2019 15:49

Beritacenter.COM - Pelaku pembobol ATM modus skimming, Ramyadjie Priambodo, diketahui mendapatkan data-data nasabah untuk skiming ATM dari sebuah komunitas di internet.

"Ada komunitas online di deep web (black market) yang diikuti tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Baca juga :

Sekedar diketahui, deep web merupakan bagian dari world wide web, namun tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu dengan menggunakan mesin pencari web yang menggunakan indeks mesin pencari web.

Berbekal informasi dari komunitas itu, Ramyadjie pun belajar tentang cara bagaimana menjadi seorang skimmer. Ramyadjie juga mendapatkan data-data rekening korban dari komunitas tersebut.

"Di komunitas tersebut, tersangka berkomunikasi dan saling menukar dengan cara jual beli informasi nomor-nomor rekening dan PIN serta user name hasil retasan (hacking) dengan metode skimming," paparnya.

Kepada polisi, Ramyadjie mengaku mendapatkan data-data nasabah dengan cara membeli di deep web. Untuk membeli data-data itu, transaksi hanya dapat dilakukan menggunakan bitcoin.

Sebagaimana diketahui, Ramyadjie Priambodo ditangkap polisi atas dugaan kasus pembobolan dengan modus skimming. Polisi menyebut Ramyadjie telah melakukan aksi itu sejak 2018. Ramyadjie diketahui beraksi sendirian dan sudah mengumpulkan uang Rp300 juta dari aksinya.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Bobol ATM Skimming ATM Ramyadjie Priambodo

Berita Lainnya