Nasional

"Sandiaga Uno" Ibu Angkatnya Aja Dilicikin, Apalagi Entar Ibu Pertiwi...?

Indah Pratiwi Budi - 21/03/2019 19:45

Beritacenter.COM - Karakteristik licik merupakan salah satu sifat buruk yang tentunya harus selalu dihindari. Licik dapat berarti banyak hal, mulai dari akal yang buruk, curang, pandai menipu, lihai, culas, dan lainnya. Untuk itu, sifat licik tentu saja akan merugikan diri sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Untuk itu, jangan sampai sifat licik ada di dalam diri anda sendiri. Selain itu, anda juga perlu menghindari orang-orang yang memiliki sifat licik karena tentunya akan membahayakan anda kedepannya, apalagi pada calon pemimpin bangsa yang saat ini sedang berkampanye untuk meyakinkan rakyat Indonesia dengan berbagai drama dan rekayasa dalam setiap kunjungan Kampanyenya.

Sandiaga Uno calon wapres pada pilpres 2019 yang mendampingi capres Prabowo Subianto secara tegas disebut licik oleh ibu angkatnya sendiri Lily Soeryadjaya, istri William Soeryadjaya pendiri Astra Grup.

Nama klan Soeryadjaya memang tidak bisa lepas dari Sandiaga. Bagaimana tidak? Kesuksesan bisnis Sandiaga tak lepas dari keluarga tersebut. Sandiaga adalah salah satu ‘murid’ berbisnis William Soeryadjaya, yang akrab disapa Oom Willem.

Bisnis Sandiaga dimulai pada 1997. Saat itu, ia bersama Rosan Perkasa Roeslani mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors. Rosan kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Setelah mengenal Oom Willem, kedekatan Sandiaga dengan klan Soeryadjaya berlanjut. Pada 1998, Sandiaga dan Edwin Soeryadjaya, putra kedua Oom Willem, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Perusahaan itu berkecimpung di bisnis pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

“Sandi terlalu pintar…(tapi) pinternya nggak enak… Licik ! dia kepengennya menang sendiri !” tegas Ibu Lily Soeryadjaya yang bernama asli Lily Anwar itu.

Kelicikan Sandiaga Uno ditunjukkan saat dirinya mencalonkan diri maju menjadi wagub DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan. Sandi, Anies, Partai Gerindra dan seluruh pendukungnya baik parpol maupun ormas-ormas ekstrimis seperti FPI dan HTI bergabung menghantam petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat itu dengan isu agama.

Isu agama yang kemudian mengakibatkan demonstrasi besar-besaran kepada pemerintahan Jokowi-JK yang dituding melindungi Ahok dari proses hukum. Ternyata tujuan Sandi saat itu adalah menuju Istana Merdeka bergandengan dengan pimpinannya Prabowo Subianto yang masih menyimpan ambisi untuk merebut kekuasaan RI1.

Namun perlahan strategi licik dari Sandiaga Uno, Prabowo, Hashim dan seluruh lingkaran elite Partai Gerindra dan parpol pendukung Prabowo-Sandi Akhirnya terungkap satu demi satu. Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan memang melakukan penistaan agama, sehingga tudingan pada pemerintahan Jokowi-JK yang melindunginya langsung bubar. Pun ketika Jokowi menunjuk dedengkot gerakan 212 KH. Ma’ruf Amin untuk mendampinginya seluruh rekayasa politik identitas yang dipersiapkan sejak 2014 lalu dengan isu kebangkitan PKI/Komunis dan penindasan kepada Agama khususnya agama Islam di Indonesia ini langsung bubar di tempat.

Tak mampu lagi memainkan politik identitas yang dapat membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa, Sandiaga Uno memainkan permainan lain dalam rangka menarik perhatian masyarakat untuk mendukungnya. Berbagai rekayasa dan sandiwara dilakukannya yang kemudian dibongkar oleh netizen dunia maya membuatnya tak berkutik ketika tagar #SandiwaraUno berkibar berhari-hari di media sosial Twitter.

TAG TERKAIT :
Sandiaga uno Sandiwara Uno Sandiaga Uno Bikin Hoaks Sandiaga Uno Orang Licik

Berita Lainnya