Kesehatan

5 Waktu Ini Ternyata Paling Baik Untuk Menyikat Gigi

Indah Pratiwi - 16/04/2019 04:01

Beritacenter.COM - Bersiwak atau membersihkan mulut dan gigi merupakan anjuran yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mulut dan gigi. Biasanya, orang dahulu bersiwak menggunakan dahan yang paling banyak atau dahan pohon araak.

Kini, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersiwak kini lebih praktis menggunakan sikat dan pasta gigi. Namun, perlu diketahui, ada waktu-waktu tertentu kapan menyikat gigi yang baik, Selasa(16/4/2019).

1. Waktu Mulut Semakin Bau
Hal ini lantaran ketika tidak makan atau lapar dan kehausan menyebabkan mulut semakin bau. Demi menjaga kebersihan mulut dan gigi, lebih melakukan sikat gigi, kecuali sedang berpuasa. Lantaran mulut bau orang berpuasa adalah harum di sisi Allah SWT.

2. Waktu Bangun Tidur
Saat bangun tidur di malam hari, mulut akan bau lantaran air liur/enzim di mulut mengendap di rongga-rongga mulut. Waktu bangun tidur untuk membersihkan mulut dan gigi merupakan sunah muakkad(sunah yang ditekankan) untuk menjaga kebersihan. Hudzaifah RA pernah menceritakan bahwa Rasulullah ketika bangun tidur di malam hari, beliau gosok gigi. (Muttafaq ‘alaih).

3. Waktu Hendak Shalat
Rupanya, ketika ingin menunaikan shalat fardhu dan sunnah adalah saat paling baik untuk menyikat gigi.

Rasulullah SAW Bersabda
“Andai tidak memberatkan umatku, aku akan perintahkan mereka untuk ber-siwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari 887, Ahmad 7339).

4. Waktu Bertemu Istri dan Keluarga
Waktu ini juga paling baik dalam menyikat gigi lantaran untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.

Dari Aisyah RA bercerita:
Apabila Nabi Muuhamad SAW hendak masuk rumahnya, pertama kali yang beliau lakukan adalah gosok gigi. (HR. Ahmad 25553 & Muslim 614).

5. Waktu Ingin Membaca Al Qur'an
Sebelum membaca Al Qur'an, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar bersiwak/membersihkan mulut terlebih dahulu. Hal ini ditekankan dalam sebuah hadits:

“Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam al-Kubro 161, dan status hadis ini shahih lighairihi).

 

Wallahu A'lam Bishawab

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya