News

Para Kiai Pendukung Jokowi dan Prabowo Serukan Perdamaian Pasca Pilpres

Indah Pratiwi - 20/04/2019 12:01

Beritacenter.COM - Puluhan ulama kiai pimpinan pondok pesantren di daerah Jawa Timur melakukan pertemuan di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya, Jumat (19/4/2019) sore kemarin.

Usai Pilpres, para kiai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dan para kiai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertatap muka membahas kondisi politik regional dan nasional setelah Pilpres 2019.

Para kiai pimpinan pondok pesantren yang hadir antara lain dari Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi. Selain itu ada Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya, KH Miftahul Ahyar dan Pengasuh Pesantren Ploso Kediri KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli

Bukan itu saja, ada Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan, KH Nawawi Abdul Djalil. Selain Hadir juga dari Pengasuh Pesantren Sunan Drajad KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan KH Fakhrillah Aschal, Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad serta Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang, KH Mahrus Malik.

Pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan, KH Idris Hamid juga turut hadir. Pengasuh Pesantren Gersempal Sampang KH Syafiuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, Burneh, Bangkalan, KH Nuruddin Rahman, Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, KH Maksum Faqih, serta Pengasuh Pesantren Panji Kidul Situbondo KH Zakky Abdullah.

Dalam forum tertutup, ada beberapa hal antara lain menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia pada umumnya untuk tidak terprovokasi dengan kondisi politik setelah Pilpres 2019.

Seluruh kiai dan pimpinan pesantren, kata Gus Ipul, juga sepakat menjaga suasana masyarakat yang aman dan kondusif, menjauhi segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah umat.

"Mulai sekarang sudah tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada 0 : 0," katanya.

Di lain sisi, penjabat Rois Aam PBNU KH Miftahul Akhyar menghimbau seluruh lapisan bangsa Indonesia untuk bersabar menunggu penghitungan suara yang dilakukan KPU.

"Mari ikut mengawasi agar KPU bekerja adil dan amanah sesuai undang-undang yang berlaku untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas. Di Madura, kondisinya sempat panas. Saya imbau masyarakat tidak mudah terpancing agar kondisinya tetap dingin," kata pemimpin pesantren Miftahussunnah Surabaya ini.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Beritacenter.com

Berita Lainnya