Politik

Dokter Boyke Setiawan "Sosok" Dibalik Prabowo Sujud Syukur

Indah Pratiwi Budi - 22/04/2019 07:45

Beritacenter.COM - Kenapa Capres Prabowo Subianto sampai sujud syukur kayak orang gila dan itu pun sampai tiga kali? Apakah Prabowo benar-benar gila alias sakit jiwa?

Masyarakat merasa heran atas kelakuan Prabowo yang meng klaim pemenang Pilpres 2019. Padahal penghitungan suara Pilpres belum dilakukan oleh KPU pada 17 April 2019?

Ternyata Prabowo “dikerjain” Dokter Boyke Setiawan. Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) merilis exit poll Pilpres 2019. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga Uno unggul 66,4 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf hanya mengantong 33,6 persen.

Hasil exit poll tersebut berdasarkan hasil wawancara terhadap 2.200 responden yang tersebar di 700 TPS di 34 provinsi. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga menang telak atas Jokowi-Ma’ruf.

“Exit poll ini hasil dari relawan kami yang ada di lapangan. Kita menggunakan random sampling kepada 2.200 responden,” kata Rektor UKRI Boyke Setiawan kepada wartawan di kampus UKRI, Jalan Halimun, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019).

Ia menegaskan UKRI membiayai sendiri exit poll Pilpres tahun ini. Pihaknya menghabiskan sekitar Rp 206 juta untuk membiayai operasional tersebut.

“Kita memanfaatkan fasilitas UPT tersebut sehingga kami tinggal mencari relawan di luar sana. Jadi mandiri dana UKRI. Sekitar Rp 206 juta untuk UPT, kita beli alat, servernya 11 tapi tidak semua di UKRI, itu yang kita gunakan,” ujar dia.

Dokter Hoax

Boyke setiawan yang pertama bikin rusuh. Sebagai Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia dialah yang harus bertanggungjawab atas klaim kemenangan yang kini dikumandangkan Prabowo Subianto.

“Padahal UKRI sama sekali tidak pernah melakukan Exit Poll. Bahan itu semua dikarang sendiri. Tujuannya untuk membangun opini bahwa Prabowo Subianto pemenang Pilpres 2019. Padahal itu hoax,” kata seorang dosen UKRI yang enggan ditulis namanya.

Beberapa dosen lain mengakui rencana jahat untuk mengumumkan bahwa Prabowo-Sandi pemenang Pilpres 2019 sudah dirancang jauh-jauh hari. Saya ikut rapat kok,” kata dosen tersebut.

Sebenarnya rencana itu sudah ditentang oleh anggota tim lainnya. Karena kuatir akan menimbulkan kegaduhan dan berpotensi merusak nama UKRI.

“Eh, malah yang gak setuju mau dipecat. Ya kami ikut aja walau dalam batin gak setuju,” katanya.

Siapa Boyke?

Dia bukan Akmil. Tapi dulu memang berdinas di Kopassus saat Mayjen Prabowo Subianto menjabat Danjen pasukan khusus tersebut.

Bersama Tono Suratman yang kini Ketua Umum KONI, kedua orang ini memang berhubungan baik dengan Prabowo. “Boyke dan Tono orang dekat Prabowo,” kata seorang pengurus Partai Gerindra.

” Dokter Boyke Setiawan ini intelijen tangguh zaman Pak Prabowo waktu menjabat Danjen Kopassus,” kata pengurus Gerindra tadi.

Walaupun latar belakangnya dokter, Boykesering melakukan operasi Sandi Yudha dulu. “Sekarang Dr Boyke Setiawan ini dekat banget hubungannya dengan Pak Prabowo.

Makanya gak heran orang ini bisa buat setingan seolah Litbang Universitas Kebangsaan klaim suara Pak Prabowo 63%”, kata sumber.

“Putra kandung Boyke adalah Yuza skrg ahli IT nya Pak Prabowo. Tugasnya buat pidato2 Prabowo. Di Gerindra

Yuza ini Jetua Bidang Informatika.” lata sumber.

Sumber : http://dobrakmusuhnkri.net

TAG TERKAIT :
Jokowi-Ma'ruf Amin Jokowi Menang Koalisi Hoaks Jokowi Hebat Koalisi kardus 17 April Jokowi Tetap Presiden Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Presiden Lagi

Berita Lainnya