News

Resmi, KPK Tetapkan Bupati Talaud Jadi Tersangka Suap Revitalisasi Pasar

Aisyah Isyana - 30/04/2019 22:52

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria sebagai tersangka dugaan suap proyek di Kabupaten Kepulauan Talaud. Status tersangka itu diberikan tak lama setelah Sri Wahyumi terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

"KPK menetapkan tiga orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Baca juga :

Ketiga tersangka yang ditetapkan yakni, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai Bupati Talaud dan Benhur Lalenoh sebagai anggota tim sukses bupati yang diduga sebagai penerima. Satu orang lagi yakni, Bernard Hanafi Kalalo sebagai pengusaha selaku pemberi suap.

Basaria mengatakan, Sri diduga menerima sejumlah barang mewah seperti tas hingga perhiasan, serta uang tunai. Barang-barang mewah itu diberikan diduga terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo," ucap Basaria.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Sri dan Benhur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Bernard dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

TAG TERKAIT :
KPK Kasus Korupsi Suap Bupati Talaud Revitalisasi Pasar Sri Wahyumi Maria

Berita Lainnya