Nasional

Presiden Jokowi Siap Bentuk Kabinet Zaken di Periode Keduanya Nanti

Lukman Salasi - 10/05/2019 14:44

BeritaCenter.COM – Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresiden mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyambut baik usulan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) agar membuat kabinet zaken di periode keduanya nanti.

"Saya kira Bapak Presiden memberikan respons yang positif (usulan BPIP soal kabinet Zaken). Tapi apapun alasannya namanya juga usulan, karena itu menjadi kewenangan presiden, jadi sah-sah saja," ujar Ali Mochtar Ngabalin, Kamis (9/5/2019).

Menurut Ngabalin, usulan tersebut sebagai salah satu pertimbangan terbaik. Apalagi, usulan itu datang dari Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif.

"Itu usulan, saran, masukan dari orang-orang terbaik, orang-orang yang terpandang,orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas, yang sekelas Pak Syafii Ma'arif itu kan tidak diragukan dari sisi kapasitasnya, kapabilitasnya, intelektualnya, sebagai seorang mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di negeri ini tentu saja kan sesuatu yang bagus," katanya.

"Presiden itu kan selalu beliau memperhatikan, bahwa beliau melaksanakan atau tidak itu menjadi kewenangan mutlak pribadi sebagai hak perogratif presiden," tuturnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga mendukung usulan pembentukan kabinet zaken di periode kedua Jokowi nanti.

"Setuju 100 persen. Kami sejalan dengan pendapat Wanrah BPIP Kiai Syafii Maarif terbentuknya zaken kabinet dan memegang prinsip presidential prerogative rights," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, Kamis (9/5/2019).

Kabinet zaken adalah kabinet yang jajaran menterinya berasal dari kalangan ahli dan bukan representasi partai politik tertentu. Usulan kabinet zaken datang dari Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif.

Syafii menerangkan kabinet zaken yang dimaksud dirinya terdiri dari para ahli dan diperbolehkan dari kalangan politisi. Namun, lanjut dia, politikus tersebut ditentukan Jokowi, bukan dari parpol.

"Kabinet yang terdiri dari orang orang ahli, boleh dari partai, tapi partainya jangan mengusulkan seorang tapi beberapa orang, presiden yang menentukan. Jadi presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, kabinet yang lalu ini menurut saya banyak bolongnya," ujar Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

TAG TERKAIT :
Berita Center BPIP Jokowi-Ma'ruf Amin TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Periode Kedua Jokowi Kabinet Zaken

Berita Lainnya