News

Rommy Jalani Sidang Putusan Praperadilan Hari Ini

Kami Optimis Hakim Akan menolaknya, karena KPK bekerja sesuai aturan yang berlaku

Anas Baidowi - 14/05/2019 06:26

Beritacenter.COM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) hari Ini Selasa (14/5), akan menggelar sidang putusan praperadilan tersangka Romahurmuziy (Rommy).

Evi Laila, anggota tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sidang putusan mantan Ketua Umum PPP tersebut. Namun, Evi optimis hakim akan menolaknya.

"Iya benar, kami optimis hakim tunggal Agus Widodo menolak praperadilan Rommy," kata Evi, Senin (13/5).

Baca Juga: Real Count KPU 80% Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul

Menurut Evi, KPK telah melakukan penangkapan hingga penyelidikan Rommy sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga dirinya sangat yakin Hakim akan menolaknya.

Rencananya, sidang akan digelar pukul 13.00 WIB. Sidang akan digelar di ruang sidang utama PN Jaksel.

Seperti diketahui, Rommy telah mengajukan sidang praperadilan untuk menggugurkan penetapan status tersangkanya oleh KPK. Mantan Ketum PPP itu, melalui pengacaranya, menilai penetapan tersangkanya di KPK tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga: Jadi Korban Pembunuhan di Apartemen Karawaci, Jasad Tari Pertama Kali Ditemukan Kekasih

"Menyatakan tindakan termohon yang menetapkan pemohon sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, yaitu penerimaan hadiah atau janji terkait seleksi jabatan pada Kementerian Agama tahun 2018-2019, adalah tidak sah dan bertentangan dengan hukum sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," kata pengacara Rommy, Maqdir Ismail, ketika membacakan petitum permohonannya di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

KPK juga sudah menyatakan penetapan tersangka terhadap Rommy sah. Penetapan tersangka itu, disebut KPK, sudah sesuai dengan prosedur.

Menurut KPK, operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Rommy adalah sah dan sesuai dengan ketentuan hukum. Sebab, dalam hal tertangkap tangan, KUHAP telah menentukan bahwa penangkapan dilakukan tanpa surat perintah penangkapan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 18 ayat (2) KUHAP.

TAG TERKAIT :
KPK Berita Kriminal Indonesia Berita Center Praperadilan PPP PN jaksel Rommy Jaksel

Berita Lainnya