Opini

Kisah 'Si Buruk Rupa' Sahabat Nabi Ini Menjadi Rebutan Para Bidadari di Surga

Indah Pratiwi - 23/05/2019 22:35
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Dalam sebuah riwayat yang sangat populer di kalangan umat Islam mengkisahkan seorang sahabat Rasulullah SAW yang menjadi rebutan para bidadari-bidadari surga. Meski ia memilik penampilan yang kurang sempurna, namun mengapa ia menjadi rebutan bidadari disana?

Perlu diketahui, Allah SWT tidak pernah melihat hamba-hambaNya dari penampilan fisik, kaya atau miskin, tampan atau jelek, cantik atau jelek. Melainkan, Dia hanya melihat ketakwaan di hatinya.

Allah SWT Berfirman:
"Sesungguhnya orang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu". (QS Al-Hujurat: 13)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim).

Di dalam sebuah kisahnya, ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Julaibib radhiallahu 'anhu (RA) memiliki ciri fisik yang kerdil dan pendek serta hitam. Ia hadir ke dunia tidak mengetahui siapa ayah dan ibu kandungnya. Bahkan, semua orang di zaman itu tidak mengetahui nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yastrib, tidak bernasab atau suku merupakan aib yang besar.

Lantaran penampilan fisiknya yang lusuh, pendek, kerdil dan buruk rupa menjadi alasan orang lain tidak ingin dekat dengannya. Wajahnya terkesan kusam dan kainnya usang lantaran kefakirannya membuat orang-orang menjauh darinya. Hanya Rasulullah SAW saja yang selalu berada di dekatnya.

Kefakiran Julaibib yang tidak memiliki rumah untuk berteduh, hanya tidur beralasan pasir dan berbantal tangan kurang mendapat perhatian masyarakat di saat itu. Pernah salah seorang pemimpin Bani Aslam, Abu Barah pernah berpesan kepada pasukannya: "Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!" demikianlah keadaan Julaibib kala itu sampai dijauhi orang-orang dan dunia yang tak bersahabat untuknya.

Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain. Dia menurunkan RahmatNya, sehingga tidak ada satupun mahluk yang dapat menghalanginya. Julaibib mendapat hidayah dan dia selalu berada di barisan paling depan dalam shalat dan jihad. Walau orang-orang tidak menghiraukannya seolah ia tiada. Namun, tidak dengan Rasulullah SAW sang rahmat semesta alam.

Suatu hari, Rasulullah SAW pernah memanggilnya." Julaibib, tidakah engkau ingin menikah?,"tanya Rasul dengan lembut sambil tersenyum kepadanya.

"Siapakah orang yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini Ya Rasulallah?," jawab Julaibib tersenyum.

Julaibib sadar dengan penampilan dirinya. Meski demikian, ia tidak menyesal dan menyalahkan takdir. Memang disaat itu tidak ada satupun orang tua yang berkenan dengan Julaibib. Tapi, Allah SWT berkehendak lain untuk Julaibib.

Di hari berikutnya ketika Rasulullah SAW bertemu dengan Julaibib, Rasulullah kembali menanyakan hal yang sama. "Tidakkah kau ingin menikah wahai Julaibib?," tanya Rasul.

Sampai-sampai ia pasrah dan jawaban Julaibib selau itu-itu saja. Kemudian, Rasulullah memegang tangan Julaibib dengan membawanya ke salah satu rumah pemimpin Anshar. "Aku ingin menikahkan putri kalian,"kata Rasulullah pada pemilik tuan rumah.

"Betapa indahnya dan betapa berkahnya. Ooh.. Ya Rasulullah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami,"demikian respons pemilik rumah dengan wajah berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya.

"Tetapi bukan untukku. Ku pinang putri kalian untuk Julaibib," tanya Rasulullah.

"Julaibib?", nyaris terdiam panjang ayah sang gadis sehingga ia terpekik tak menyangka.

"Ya Rasulullah. Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini," kata ayah sang gadis.

"Dengan Julaibib? Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lusuh, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib,"tegas sang istri.

Sang gadis pun mendengar perdebatan ayah dan ibunya di balik tirai. Ia pun langsung bertanya:""Siapa yang meminta. Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka tiada akan membawa kehancuran dan kerugian bagiku," kata sang gadis cantik dan sholehah itu.

Rasulullah pun tertunduk berdoa untuk sang gadis sholehah itu sambil berdoa. “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Jangan kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah," demikian doa indah Rasulullah untuknya.

Namun, sayang hidup Julaibib tidak panjang. Pernikahannya tak berlangsung lama. Sebab, ia gugur dalam pertempuran jihad bersama Rasulullah SAW. Sampai-sampai Rasulullah begitu sangat kehilangan.

"Apakah kalian kehilangan seseorang?," tanya Rasul kepada sahabat-sahabatnya.

"Tidak Ya Rasulallah," serempak sahabat menjawab. Sepertinya Julaibib memang tidak berarti di kalangan mereka.

"Apakah kalian kehilangan seseorang?," tanya Rasulullah kembali. Para sahabat pun menjawab dengan penuh was-was dengan menengok ke kanan dan ke kiri dengan menatap satu persatu wajah mereka masing-masing. "Tidak ya Rasulullah,"jawab mereka serempak.

"Tetapi aku kehilangan Julaibib," kata Rasulullah SAW. Para sahabat baru tersadar. "Carilah Julaibib!,"perintah Rasulullah SAW.

Rupanya, Julaibib terbunuh dengan penuh luka-luka di seluruh tubuh dan wajahnya. Di sekitar jasadnya, ada tujuh jasad musuh telah ia bunuh. Rasulullah SAW dengan tangannya sendiri mengkafani Julaibib. Beliau mensalatkannya dan berdoa, "Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya." doa Rasulullah.

Inilah Kisah Julaibib yang mengharukan di akhir hayatnya berakhir syahid saat membantu Rasulullah SAW dan para sahabat berjihad. Pilihannya berjihad dan merindukan syahid mendapat ganjaran sangat indah dari Allah SWT.

Allah SWT tidak pernah memandang Julaibib bangsawan atau tidak, harta kaya atau miskin tidak menjadi perhatiannya melainkan ketakwaan di hatinya yang membuat para bidadari surga berebut menginginkan sosok Julaibib.

"Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (QS. Al-Ahzab: 36).


Wallahu A'lam Bishawab

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya