News

Samarinda Menjadi Daerah Yang Berpotensi Tenggelam

Indah Pratiwi - 15/06/2019 01:05

Beritacenter.COM - Bencana banjir di Samarinda diperpanjang sepekan lagi, hingga 21 Juni 2019. Pemerintah pusat dipastikan membantu membenahi bendung Benanga dan pengerukan daerah aliran Sungai Karang Mumus (SKM).

Sekda Kota Samarinda, Sugeng Chaeruddin menyebutkan, banjir ini siklus 20 tahunan. Dalam catatan adalah banjir besar pernah melumpuhkan sebagian wilayah kota Samarinda pada 1998 akibat jebolnya bendung Benanga. Tahun 2008 dan 2009, ribuan rumah di Samarinda juga kembali terendam banjir. Sebab jika tidak dibendung, kota Samarinda bisa tenggelam 20 tahun lagi.

"Banjir saat ini, siklus 20 tahunan. Karena dalam catatan BMKG, curah hujan tertinggi 70 milimeter," kata Sekda Kota Samarinda Sugeng Chaeruddin, dalam penjelasan dia di posko induk penanganan banjir Samarinda, Jumat (14/6).

Dia tidak menyebutkan luasan bukaan lahan di hulu dan sekitar bendung Benanga. "Sungai hanya mampu menampung siklus 10 tahunan. Kalau tidak diubah (ditangani dan diperbaiki), kita akan tenggelam 20 tahun kedepan," ujar Sugeng.

"Dari 130 hektare, sekarang tersisa 24 hektare untuk dioperasionalkan. Selebihnya, menjadi delta. Demikian juga, terjadi penyempitan sungai (karang mumus)," ungkap Sugeng.

"Tidak kalah penting juga, akses menuju ke bandara di Jalan DI Panjaitan, yang memang terjadi persoalan drainase di waktu hujan deras. Saat ini, penanganan utama adalah kesehatan korban banjir, karena sudah mulai banyak laporan diare dan gatal-gatal," tambah Sugeng.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya