Internasional

2 Juta Orang Hong Kong Turun ke Jalan Tolak RUU Ekstradisi China

Indah Pratiwi - 17/06/2019 09:20

Beritacenter.COM - Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam telah meminta maaf kepada publik dan menangguhkan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi China yang memicu demo besar-besaran di Hong Kong.

Ada 2 juta orang turun dalam jumlah besar berkumpul di dekat Victoria Park. Banyak di antara mereka mengenakan pita hitam dan putih serta membawa bendera putih untuk menghormati seorang aktivis yang tewas akibat jatuh dari sebuah gedung sambil memegang spanduk.

"Kami membeli bunga putih ini dengan harapan dia bisa beristirahat dengan tenang," kata demonstran berusia 23 tahun yang hanya memberikan nama pendeknya, Michael, kepada CNN, Senin (17/6/2019).

Salah seorang wartawan Australia Hamish Macdonald mem-posting sebuah video yang menunjukkan kerumunan besar di Hong Kong dan mengatakan dia belum pernah melihat demo yang seperti itu sebelumnya.

"Kepala Eksekutif mengakui bahwa pekerjaan pemerintahnya tidak memuaskan, menyebabkan kebingungan dan konflik di masyarakat, dan mengarah pada kekecewaan dan patah hati," bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan otoritas Hong Kong dalam bahasa China.

"Kepala Eksekutif ingin meminta maaf kepada warga kota dan terbuka untuk menerima kritik (tentang bagaimana) meningkatkan dan memberikan layanan yang lebih baik untuk masyarakat yang lebih luas," lanjut pernyataan tersebut.

Akan tetapi, permintaan maaf itu ditolak para demonstran. Mereka tetap turun ke jalan dan menuntut pembebasan para demonstran yang ditangkap oleh petugas.

"Ini jauh lebih besar hari ini (Minggu). Semakin banyak orang," kata seorang pemrotes yang memberikan nama pendeknya, Wong. "Saya datang hari ini karena apa yang terjadi pada hari Rabu, dengan kekerasan polisi."

"(Sebuah) permintaan maaf tidak cukup," kata demonstran lainnya, Victor Li, 19, seperti dikutip Reuters.

Berita Lainnya