News

Hendropriyono Ingatkan Hukum Militer Lebih Berat, Soal 3 Persen TNI Terpapar Radikaliseme

Oh ya memang bahaya, karena itu saya harapkan kepada para kaum anggota TNI muda yang masih aktif untuk merenungkan hal ini

Aisyah Isyana - 21/06/2019 19:55

Beritacenter.COM - Menhan Ryamizard Ryacudu menyebut terdapat 3 persen anggota TNI terpapar radikalisme. Angka itu disebut Ryamizard didapatnya usai berkeliling Indonesia. Atas adanya persentase itu, Ryamizard meminta prajurit menepati sumpahnya.

"Ini ada TNI, purnawirawan juga, kita mengimbau supaya menepati sumpahnya, sumpah prajurit itu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Itu kan sumpah. Kemudian janjinya dalam sapta marga patriot Indonesia membela negara yang bertanggung jawab dan tidak menyerah. Kita harapkan mereka kembali," kata Ryamizard di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6).

Baca juga :

Adanya informasi itu mendapat tanggapan dari Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jendral (Purn) AM Hendropriyono. Dia meminta agar anggota TNI yang terpapar radikalisme ditindak tegas.

"Oh ya memang bahaya, karena itu saya harapkan kepada para kaum anggota TNI muda yang masih aktif untuk merenungkan hal ini," ujar Hendropriyono, di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

"Karena kalau dulu kita hadapi PKI kita jabarkan sampai kepada implementasi, yaitu contohnya kalau lagi ada penyebaran paham komunis, maka dihukum pidana, kena pidana 6 atau 12 tahun, itu pidananya. Nah ini juga harus begitu. Kalau masih ada yang terus-terusan tebarkan paham radikalisme, ada hukumannya," imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta agar anggota TNI yang masih aktif untuk tetap mematuhi aturan. Pasalnya, Hendropriyono mengingatkan bahwa hukuman militer lebih berat dengan hukum biasanya.

"Hukum militer itu lebih berat dari pada hukum biasa. Karena militer itu sesudah kena pidana kena lagi hukum disiplin tentara KUHDT kena lagi tindakan disiplin. Jadi bertumpuk-tumpuk sebetulnya hukum militer itu lebih berat," ucapnya.

Untuk diketahui, Ryamizard mengungkapkan soal lunturnya penerapan nilai Pancasila dalam tata kehidupan. Dia menyebutkan hasil riset yang hasilnya menyebutkan ada sejumlah mahasiswa, siswa SMA, PNS, hingga anggota TNI yang terpengaruh pada paham yang tidak setuju dengan Pancasila.

"Dalam pengamatan kami, ada 23,4 persen mahasiswa setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah. 23,3 persen pelajar SMA setuju jihad untuk negara Islam. 18,1 persen pegawai setuju tak setuju dengan ideologi Pancasila. 19,4 PNS menyatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila. Dan 9,1 persen pegawai BUMN yang menyatakan tak setuju dengan ideologi negara, dan kurang lebih 3 persen ada TNI terpengaruh dan tak setuju Pancasila. Ini memprihatinkan sekali," kata Ryamizard.

TAG TERKAIT :
TNI Radikalisme Menhan Ryamizard Ryacudu AM Hendropriyono

Berita Lainnya