Kriminal

Distribusi 24 Ribu Liter BBM Subsidi Ilegal Berhasil Digagalkan Polisi di Kulon Progo

Aisyah Isyana - 09/07/2019 16:30

Beritacenter.COM - Upaya penyaluran 24 ribu liter BBM subsidi jenis solar secara ilegal, berhasil digagalkan Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY. Dari pengungkapan kasus ini, polisi meringkus lima tersangka bersama dua truk tangki serta muatannya yang langsung digelandang ke Mapolda DIY.

"Ada total lima tersangka yang kita amankan beserta barang bukti," kata Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Y Toni Surya Putra saat jumpa pers di Aspol Paingan Yogyakarta, Selasa (9/7/2019).

Baca jujga :

Adapun para tersangka yang diamankan polisi yakni, GN (21) warga Surakarta, ASE (31) warga Bojonegoro, MF (34) warga Tuban serta S (36) dan MM (28) keduanya warga Bojonegoro, Jawa Timur.

Toni menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat pihaknya mencurigai sebuah truk tangki yang melintas di Jalan Pengasih-Sentolo, Sentolo, Kulon Progo, Jum'at (28/6/2019). Petugas pun memberhentikan truk tangki bernopol AD 1560 AD itu dan melakukan pemeriksaan.

Namun, sopir truk tangki muatan 16ribu liter solar subsidi itu tak dapat menunjukkan dokumen yang sah, seperti izin angkut dan niaga perusahaan. Usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui jika dokumen yang dibawa ternyata palsu.

"Setelah didalami, dokumen yang dibawa ternyata palsu. Jadi ada tindak pidana melakukan pengangkutan atau penjualan solar subsidi digunakan untuk industri dengan menggunakan dokumen palsu," jelas Toni.

Kepada polisi, para pelaku mengaku muatan solar itu akan dibawa dan dikirimkan dengan tujuan Pelabuhan Batre Cilacap. "Tersangka GN sebagai kepala operasional perusahaan yang menerima pesanan solar ini," terang Toni.

Sementara untuk penetapan tersangka ASE, MF, S dan MM merupakan hasil dari pengungkapan lainnya di hari yang sama. Saat itu, petugas melakukan penyegatan terhadap truk tangki bernopol K 1761 BN di Jalan Yogya-Wates, Sentolo, Kulon Progo. Dan saat dokumen BBM diperiksa, muatan solar 8 ribu liter itu berasal dari satu perusahaan di Banywangi dengan tujuan perusahaan untuk proyek bandara.

"Setelah dilakukan pengecekan dokumen, tidak bisa menunjukkan dokumen pengangkutan dan niaga yang sah," imbuh Toni.

Sejauh ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus penyaluran BBM ilegal ini. Pendalaman dilakukan guna mengungkap jaringan penyaluran ilegal solar subsidi tersebut.

TAG TERKAIT :
Polda DIY Penyaluran BBM Subsidi Secara Ilegal BBM Subsidi Penyelundupan BBM Ilegal

Berita Lainnya