Kesehatan

Mahasiswa UGM Temukan Ramuan Untuk Mengatasi Penyakit Ginjal

Indah Pratiwi - 10/07/2019 02:10

Beritacenter.COM - Mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengolah jahe merah untuk penghambat penyakit ginjal kronis dengan faktor risiko hipertensi. Pengembangan formula itu dinamai ZAHA yang merupakan nama dari Nada Hanifah, Yusuf Farid Achmad. Mereka merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Aida Humaira dari Fakultas Farmasi.

“Jahe merah mengandung sejumlah senyawa seperti gingerol, shogaol, flavonoid serta aktivitas antioksidan yang tinggi dapat menghambat enzim penyebab vasokonstriksi dan menurunkan tekanan darah,” kata Nada, pengembang formula kepada wartawan di UGM, Selasa (9/7/2019).

Pengembangan jahe merah ini dibawah bimbingan Prof Dr drh Siti Isrina Oktavia Salasia. Penemuan ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian Eksakta 2019 yang dimana mendapatkan dana hibah dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti RI.

Nada menjelaskan, tujuan penelitian ini membuktikan formulasi nanoemulsi jahe merah dapat digunakan untuk penyakit ginjal kronis dan anti hipertensi. Selain itu, kandungan antioksidan jahe merah juga menurunkan stres oksidatif sehingga dapat menghambat kerusakan pada ginjal.

“Ekstrak jahe merah diformulasikan dengan teknologi nanoemulsi untuk meningkatkan solubilitas, stabilitas, serta efektivitas dari ekstrak jahe merah,” papar Nada

Pengembangan ZAHA lantaran banyak penderita penyakit ginjal kronis. Penyakit ini merupakan penyakit yang timbul secara perlahan dan bersifat menahun. Penyebab terbanyak kedua adalah hipertensi 25 persen.

Selain itu peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.

Oleh itu, ZAHA membentuk formula dari bahan alam. Yakni, jahe merah sebagai bahan untuk pengobatan penyakit tersebut. Jahe merah merupakan tanaman herbal yang telah dikenal dan dikonsumsi secara turun temurun oleh masyarakat Indonesia.

“Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan ginjal yang terjadi pada model hewan tikus dapat dihambat serta penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok perlakuan tanpa ZAHA,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, penelitian ini sedang dalam tahap pra klinis yang diuji cobakan pada hewan yang saat ini dalam tahap invivo atau klinis sebelum diujicobakan kepada manusia. "Jadi tidak boleh langsung ke manusia karena nanti mungkin saja menimbulkan efek toksik atau kematian," tutur Nada

“Hasil penelitian jahe merah ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Nantinya, penemuan ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit ginjal kronis dengan faktor hipertensi. Jadi, jahe merah manfaatnya sangat banyak,” jelas mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini.

Berita Lainnya