Opini

"Tidak Nonton Pidato Pakde Jokowi"

Indah Pratiwi Budi - 16/07/2019 19:07

Semalam, saya pilih nonton Liga Sopiyah antara Bali United vs Barito. Istri saya bertanya, "Koq nggak nonton pidato Jokowi?" Saya bilang, "Nggak tega."

Salah satu kelemahan Pak Jokowi itu yang di pidato. Dia sama sekali bukan orator. Pidatonya kadang bikin saya sedih. Pengucapannya terbata-bata. Grothal grathul. Temponya juga tidak enak diikuti.

Pak Prabowo jelas menang telak untuk urusan orasi. Diksinya kaya. Pengucapannya tegas. Temponya bikin yang dengar ikut manthuk-manthuk. Kecuali di adegan gebrak-gebrak mimbar, saya menyukai pidato-pidato Pak Prabowo. Asal tidak mencoba melucu (seperti kasus wajah Boyolali), he is far better than Pak Jokowi.

Apalagi kalau soal bahasa Inggris. Pendukung Pak Prabowo seneng banget itu kalau ketemu Bahasa Inggris Pak Jokowi yang payah. Janganlah bilang Ivanka ngakak karena bahasa Inggris Pak Jokowi bagus... yang bilang begini pasti penjilat. Harus kita akui, pidato dan bahasa Inggris Pak Jokowi tidak selevel dengan Pak Prabowo.

Karena itulah, saya pilih tidak mendengar pidatonya. Saya pilih lihat rangkuman bergambar karya Om Deni Rodendo saja. Nggak tega saya nonton pidato beliau.

TETAPI

Di situlah kelebihan Pak Jokowi. Tanpa perlu pintar bicara, beliau pintar bekerja. Motonya yang kerja kerja kerja itu memang antitesis kelemahannya untuk ngomong ngomong ngomong. Dan saya pilih beliau karena kerjanya. Kalau mau cari tukang ngomong, di kampus banyak. Di masjid berlimpah. Di terminal juga. Di Jakarta ... ada. Buat apa?

Sumber : Status Facebook Arif Maftuhin

TAG TERKAIT :
Joko Widodo Visi Misi Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Pidato Visi Indonesia Visi Misi Jokowi-Amin

Berita Lainnya