Bisnis

Keluh Kesah Petani Saat Harga Garam di Probolinggo Anjlok Hingga Rp550/Kg

Aisyah Isyana - 05/08/2019 16:50

Beritacenter.COM - Petani garam di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan anjloknya harga garam di tingkat para petani. Sebut contoh penurunan harga garam di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, yang mencapai Rp550 per-kilogramnya.

Selain itu, hujan yang beberapa kali turun dalam beberapa bulan terakhir juga membuat proses kristalisasi garam berlangsung cukup lama. Hal itu jelas berdampak pada menurunnya hasil produksi garam.

Baca juga :

Salah satu petani garam, H Mustakim, menyebut harga garam berada di angka Rp550/Kg sangat tidak ideal jika dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani. Terlebih, Mustakim juga harus membayar upah pekerja Rp50 ribu perorang dalam sehari.

Menurutnya, harga garam yang ideal di tingkat petani yakni sebesar Rp 800 hingga Rp 900 per kg sehingga petani bisa meraup untung. Mustakim mengaku sangat tak bersemangat akibat anjloknya harga garam tersebut.

Dia mengaku, dari 12 petak tambak garam seluas lima hektare miliknya, hanya enam petak yang berproduksi. "Sekarang gagal panen, karena harganya murah. Jangankan dapat untung, balik modal saja sudah syukur," ungkap H Mustakim, Senin (5/7/2019).

Hal senada juga diungkapkan Hamdani, seorang petani garam lainnya. Dia menilai, tak hanya merosotnya harga garam, para petani juga kerap dihadapkan dengan produksi panen garam yang gagal lantaran turunnya hujan sesekali.

Menurutnya, biasanya dari lahan seluas 15 X 70 meter persegi petani mampu panen garam lima kali. Namun saat ini hanya bisa tiga kali. Setiap panen menghasilkan tiga ton garam.

"Harga garam murah, produksinya juga menurun karena hujan. Saya harap ada solusi dari pemerintah atas hal ini. Kalo harganya turun terus ya pasti petani merugi. Apalagi sebentar lagi panen raya pastinya garam melimpah," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Harga pangan Harga Garam Anjlok Petani Garam Petani Garam Probolinggo

Berita Lainnya