Opini

Mbah Maimoen Sang Legenda

Indah Pratiwi Budi - 08/08/2019 15:36

Simbah KH. Maimoen Zubayr bukan Kiai biasa. Beliau adalah Kiai Mujaddid, Kiai pembaharu Islam di kalangan pesantren. Karya-karyanya menunjukkan pentingnya dinamika pemikiran Islam yang maju. Beliau memiliki harapan bahwa pembaharuan pemikiran Islam seharusnya muncul dari kalangan pesantren yang menguasai tradisi keilmuan yang kuat dan khazanah turats yang luas. Pembaharuan yang mengakar dari kitab-kitab kuning dan didasari sifat tawadhu serta apresiasi tinggi kepada para ulama salaf, bukan wacana tajdid akademis yang nyinyir pada tradisi.

Beliau bukanlah mufakkir nukhbah atau pemikir elitis seperti layaknya pemikir-pemikir Islam kontemporer. Menurut saya, beliau adalah Sang Mufakkir Jamahir, yakni pemikir Islam populis yang wawasannya sangat tinggi namun peran sosialnya sangat mengakar di masyarakat. Pemikir elitis hanya sibuk mondar-mandir dari satu seminar ke forum seminar yang lain. Hanya bicara lalu selesai. Hal ini berbeda dengan Simbah KH Maimoen Zubayr; beliau mengajarkan Islam yang kritis, berwawasan historis, dan humanis, namun wawasan-wawasan keislaman yang tinggi tersebut disampaikan dengan bahasa-bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna masyarakat luas di kampung-kampung. Pemikiran-pemikiran keislaman beliau tidak hanya diwacanakan, namun juga diamalkan sehari-hari dan menginspirasi kaum santri secara luas. Beliau adalah Kiai pemikir sekaligus uswah hasanah, panutan yang baik.

Banyak sekali kesan-kesan yang ada di dalam hati saya tentang beliau. Namun yang paling relevan untuk konteks keindonesiaan adalah semangat beliau dalam menyelaraskan antara wawasan keislaman dalam kitab kuning dengan nasionalisme (islamiyyah wal wathaniyyah). Hal inilah yang akhir-akhir ini banyak terabaikan dengan bukti munculnya ustadz-ustadz abal-abal yang sering membenturkan antara keislaman dan keindonesiaan.

Dari beliau kita juga belajar tentang perilaku-perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai kesufian sehingga dakwah beliau terasa meneduhkan, mengayomi dan mendamaikan. Islam bagi beliau tidak hanya soal hukum-hukum belaka, namun Islam juga menekankan urgensi ajaran-ajaran etika dan kemajuan peradaban.

Semoga beliau khusnul khotimah dan diterima semua amal kebajikannya. Semoga putra-putra beliau dan para santri Nusantara konsisten meneruskan perjuangan beliau. Amiiin.

Sumber : Status Facebook Irwan Masduqi

TAG TERKAIT :
Mbah moen Mbah Moen Meninggal Dunia KH Maimun Zubair KH Maimun Zubair Meninggal Dunia Pemakaman Mbah Moen

Berita Lainnya

Ahok Dikeroyok

Opini 22/11/2019 13:01