Nasional

Megawati "Jangan Melupakan Sejarah" Kelahiran "NKRI"

Indah Pratiwi Budi - 09/08/2019 15:43

Beritacenter.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Mega, ada banyak bukti bahwa kemerdekaan Indonesia didapatkan dengan hasil perjuangan para pahlawan. Presiden ke-5 RI itu menyebut tidak ada negara seperti Indonesia yang memiliki banyak taman makam pahlawan.

“Izinkan saya mengingatkan kembali jasa para pahalawan pendiri. Tidak ada negara seperti Indonesia, di setiap daerah ada taman makam pahlawan. Apakah kemerdekaan hanya diberi? Mereka bukti pejuang-pejuang sebelum ada republik ini,” kata Mega, Kamis (8/8).

Megawati mengingatkan, seluruh elemen bangsa untuk mengingat jasa para pahlawan. Semua pihak, kata Mega harus mengerti arti dan makna kemerdekaan yang didapatkan dengan pengorbanan yang besar.

“Jangan setelah menikmati lalu mencoba-coba dengan ilmu baru, paham baru itu tidak cocok, Pancasila final. Bagi saya sudah tidak ada pembicaraan. Final,” tegas Megawati.

Dalam pidatonya, Megawati berbicara soal demokrasi yang sekadar alat. Menurutnya, alat tersebut fungsinya untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

“Dalam Pancasila, demokrasi adalah suatu alat. Alat untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur yang sempurna. Jadi pemilihan umum sekadar alat untuk menyempurnakan Pancasila,” ujarnya.

Megawati lantas mengungkit soal strategi menebar kebencian yang digunakan pada saat pemilihan umum dan pilpres. Dia menegaskan strategi itulah yang melumpuhkan demokrasi.

“Kalau sikap perilaku menebarkan kebencian hujatan merajalela karena pemilihan umum. Kalau keutuhan bangsa berantakan karena pemilihan umum. Kalau tenaga bangsa remuk redam karena pemilihan umum. Maka sebenarnya dengan pemikiran jernih, sesungguhnya demokrasi itu telah dilumpuhkan,” tutur Mega.

Putri Presiden pertama RI ini pun mengatakan orang yang menggunakan strategi inilah yang memorakporandakan Indonesia. Menurutnya, jika sudah rusak, tidak ada lagi solusinya.

“Artinya, siapa pun yang menggunakan pola-pola tersebut telah dengan sengaja pula memorakporandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan sengaja pula melenyapkan Bhinneka Tunggal Ika dari bumi Indonesia. Lalu, apa solusinya? Dan adakah solusinya? Menurut saya tidak ada. Ya sudah, porak-poranda,” kata dia.

TAG TERKAIT :
Megawati Soekarnoputri PDIP Megawati jadi ketum pdip lagi Megawati Jangan Lupakan Sejarah Ketua Umum PDI Perjuangan

Berita Lainnya