Nasional

Berduka Atas Pengeroyokan Kapolsek Patumbak, Kompolnas: Bandar Narkoba dan Komplotannya Jangan Dikasih Ampun

Lukman Salasi - 11/08/2019 19:56

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan sangat berduka atas pengeroyokan yang dialami Kapolsek Patumbak Medan AKP Ginanjar Fitriadi.

AKP Ginanjar Fitriadi mengalami luka-luka akibat dikeroyok bandar narkoba dan komplotannya saat hendak ditangkap.

“Saya menghaturkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa Kapolsek Patumbak Medan,” kata Andrea H Poeloengan dalam keterangannya, Minggu (11/8/2019).

Dia meminta aparat kepolisian tidak memberikan ampun terhadap bandar dan komplotan pengedar narkoba.

“Inilah salah satu alasan saya, mengapa menyetujui agar pengedar dan  bandar narkoba jangan diberi ampun, tembak saja di tempat sesuai dengan prosedur, jangan lagi ada rasa iba,” sebutnya.

“Walaupun resiko dari tugas, tetapi, nyawa aparat saja tidak ada artinya bagi bandar dan pengedar Narkoba, apalagi nyawa jutaan anak bangsa yang menjadi korban peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba,” imbuhnya.

Menurut anggota Kompolnas periode 2016-2020 itu, unsur "kemanusiaan" dari para bandar dan pengedar Narkoba itu memang sudah tidak ada. Apalagi unsur Nasionalis menjaga keutuhan NKRI.

Dia pun setuju sekaligus menghimbau penegak hukum agar bandar Narkoba dan komplotannya langsung ditembak di tempat demi menyelematkan jutaan jiwa rakyat Indonesia.

“Terus nyatakan perang pada bandar narkoba, saya himbau para penegak hukum, agar pengedar dan bandar Narkoba untuk segera ditembak  ditempat !!!,” tegas Andrea H Poeloengan.

“Jangan ada keraguan, bagi para penegak hukum untuk "menghabisinya" sesuai dengan aturan, karena hilangpun nyawa pengedar dan bandar Narkoba, apalagi Gembong Mafia-nya, justru akan menyelamatkan ratusan juta bangsa Indonesia, serta keutuhan NKRI,” pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Bandar narkoba Kompolnas Berita Center Bahaya Narkoba Kapolsek Patumbak Medan

Berita Lainnya