News

Tim Satgas Antimafia Bola Akan Disebar ke 13 Wilayah di Indonesia

Aisyah Isyana - 13/08/2019 05:35

Beritacenter.COM - Satgas Antimafia Bola jilid dua bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian diperluas tugasnya ke 13 wilayah penyelenggara Liga 1 Indonesia. Hal itu dilakukan guna mencegah praktik kecurangan di persepakbolaan Indonesia.

"Ada Liga 1 Indonesia yang bergulir, nanti dari tim Satgas Antimafia Bola itu ada 13 wilayah yang kita perluas. Kalau kemarin kita hanya di Jakarta saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (12/8/2019).

Adapun 13 wilayah yang mendapat sorotan tim Satgas Mafiabola yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua. 

Argo mengatakan, tim satgas itu nantinya akan
dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda setempat dan dibantu pihak PSSI. Pada 14 Agustus nanti, rencananya Satgas Antimafia Bola jilid dua akan menggelar rapat.

"Kami juga tim Satgas Antimafia akan menyamakan persepsi, nanti akan dilakukan rapat ya antara Dir Reskrimum yang ada di 13 wilayah itu dengan Satgas Antimafia dari pusat," ungkapnya.

Argo menjelaskan, satgas ini nantinya akan bekerja selama 4 bulan, dimulai sejak 6 Agustus 2019. Diharapkan adanya satgas ini dapat memenuhi harapan masyarakat Indonesia, menciptakan kompetisi sepakbola bersih tanpa adanya kecurangan.

"Alasan lainnya adalah masih ada sejumlah laporan pengaturan skor yang belum diselesaikan. Salah satunya adalah kasus pengaturan skor yang menjerat tersangka pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP) Vigit Waluyo,” ujar Argo.

Untuk diketahui, Satgas Anti Mafia Bola Jilid 1 sebelumnya telah mengamankan 16 orang yang diduga terlibat kasus pengaturan skor. Salah satu tersangka adalah mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang diduga menjadi aktor intelektual dalam perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Dalam kasus ini Jokdri divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena terdakwa terbukti melanggar pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP. 

 

TAG TERKAIT :
PSSI Sepakbola Indonesia Liga 1 Satgas Antimafia Bola Mafia Bola Match fixing

Berita Lainnya