Nasional

Presiden Jokowi Tolak GBHN MPR RI

Indah Pratiwi - 15/08/2019 06:40

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo(Jokowi) menegaskan dirinya tidak setuju terhadap wacana pemilihan presiden dan wakil presiden dikembalikan lagi sebagai kewenangan MPR RI, bukan dipilih langsung oleh rakyat.

Wacana itu terkait adanya usulan agar UUD 1945 diamandemen agar MPR kembali menjadi lembaga tertinggi negara, dan pengembalian pemberlakuan Garis-garis Besar Haluan Negara alias GBHN.

Berita Terkait: Soal GBHN, Wapres JK: Apakah rakyat setuju haknya diambil MPR ?

“Saya ini terpilih jadi presiden melalui sistem pemilu langsung, jadi kenapa harus kembali ke sistem yang lama,” tegas Jokowi, Rabu(14/8/2019).

Jokowi menegaskan, sistem pilpres langsung seperti kekinian sudah tepat, tak lagi perlu diubah, apalagi dikembalikan pada mekanisme perwakilan seperti MPR RI.

Presiden Jokowi mengaku khawatir kalau sistem pilpres kembali memakai mekanisme keterwakilan via voting anggota MPR yang tentunya menimbulkan reaksi kegaduhan yang beraneka ragam dari berbagai kalangan sehingga membuat kegaduhan politik.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menolak sistem pilpres kembali ke mekanisme perwakilan MPR.

"Itu rumit lagi. Beresiko. Banyak perubahan yang rakyat belum tentu setuju. Contoh: presiden dipilih MPR karena lembaga tertinggi. Maka dia berhak memilih presiden. Kalau gitu lain lagi soal. Apakah rakyat setuju haknya diambil MPR untuk pemilihan langsung," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (13/8/2019).

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya