Internasional

Demo Makin Ricuh, Pengunjuk Rasa Inginkan Hong Kong Lepas dari Beijing

Indah Pratiwi - 26/08/2019 21:10

Beritacenter.COM - Kepolisian Hong Kong terpaksa melakukan tembakan peringatan dalam demonstrasi yang kembali berakhir ricuh pada Minggu (25/8) karena nyawanya sudah terancam.

"Salah satu petugas lainnya lantas menembakkan tembakan peringatan ke udara," ujar Asisten Kepala Kepolisian Hong Kong, Mak Chin-ho, sebagaimana dikutip AFP, Senin(26/8/2019).

Sementara polisi Hong Kong sampai saat ini masih mengangkat senjata untuk bersiaga. Dalam demonstrasi itu, ada 21 petugas terluka. Sementara itu, puluhan pengunjuk rasa ditahan, termasuk seorang bocah berusia 12 tahun.

Rangkaian demonstrasi terus bergulir selama 2 bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Sistem peradilan di China kerap kali salah kaprah, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing, Tiongkok.

Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi membuat ratusan ribu warga Hong Kong itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya