News

Polda Metro Ringkus 4 Penyelundup Ribuan HP Ilegal dari China

Aisyah Isyana - 29/08/2019 14:32

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang ditangkap polisi terkait penyelundupan berbagai merek handphone dari China ke Jakarta. Polda Metro Jaya menyebut para pelaku tak membayar pajak atas ribuan ponsel yang akan mereka jual di Indonesia tersebut.

"Kita coba hitung kerugian dengan teman-teman Bea Cukai terkait biaya masuk yang mereka bayar untuk pajak. Selama satu bulan mereka masukan barang 7 sampai 8 kali. Nilai pajak sekali masuk itu Rp 46,8 miliar lebih," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Adapun keempat orang yang ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni, FT (40), AD (59), YC (36) dan JK (29). Keempat tersangka itu telah menyelundupkan 5.500 unit ponsel ilegal dalam kurun waktu satu tahun.

Dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan, keempat tersangka memiliki peran berbeda-beda, yakni tersangka FT yang berperan membeli ribuan HP ke China untuk kemudian diminta mengirimkan HP-HP itu ke Jakarta melalui berbagai jalur.

"(Modus penyelundupannya) macam-macam, ada yang pakai kapal. Ini dari China atau Hong Kong, Singapura masuk ke Batam, diselundupkan ke Jakarta dengan jalur macam-macan tanpa bayar pajak," kata Iwan.

Penangkapan terhadap keempat tersangka itu dilakukan petugas dikawasan Pluit, Jakarta Utara, hingga dilokasi penjualan HP. Para tersangka menjual HP-HP itu dengan harga yang lebih murah ke toko-toko di wilayah Jakarta. Polisi juga menyita barang bukti HP yang sudah tersebar di beberapa toko di Jakarta.

"Sebanyak 5.500 sekian HP dari berbagai jenis diamankan. Mereknya ada Iphone, Samsung, Xiaomi, Sony," jelas Iwan.

Dalam mengusut kasus ini, Polda Metro Jaya menggandeng Direktorat Pemberdayaan Konsumen Kemendag untuk menyampaikan pendapatnya. Kemendag menyebut HP yang masuk ke Indonesia harus memenuhi standar dan membayar pajak. Pasalnya, konsumen akan dirugikan jika membeli HP ilegal tersebut.

"Ada 2 UU dilanggar (para tersangka) terkait kewajiban pelaku usaha untuk memenuhi standar, terkait kewajiban pencantuman label dan juga petunjuk penggunaan dan kartu garansi berbahasa Indonesia," kata Kepala Seksi Konsultasi Direktorat Pemberdayaan Kosumen Kemendag, Ephraim J K Caraen.

"Kemudian ada juga modus, yaitu memperdagangkan telepon seluler yang bekas atau refurbish tapi seolah-olah telepon itu baru. Jadi informasi yang didapatkan konsumen menyesatkan," sambungnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 52 juncto 32 ayat (1) UU RI tentang tindak pidana komunikasi, Pasal 104, Pasal 106 UU RI tentang tindak pidana perdagangan dan Pasal 62 UU RI tentang perlindungan konsumen. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

TAG TERKAIT :
China Polda Metro Jaya Bea cukai Hp Ilegal Penyelundupan HP

Berita Lainnya