News

Tepis Tudingan Isu 'Taliban KPK' Dipolitisasi Istana, Ngabalin: Tak Benar, Ngak Ada Urusan

Aisyah Isyana - 16/09/2019 09:25

Beritacenter.COM - Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin membantah tudingan isu KPK Taliban dipolitisasi pihak istana. Dia membantah keras tudingan yang dialamatkan mantan ketua KPK Busyro Moqoddas ke pihak istana tersebut.

"Tidak benar, nggak ada urusan. Cari isu lain dong, tidak usah itu begitu kemudian menyerahkan semua haluan kesalahan ke pemerintah," kata Ngabalin saat dihubungi, Minggu (15/9/2019).

Baca juga :

Ngabalin mengaku heran dengan tujuan Busyro yang mengangkat isu itu ke publik ditengah polemik soal revisi UU KPK. Dia juga mempertanyakan soal sosok yang dimaksud Busyor telah melakukan politisasi tersebut.

"Apa urusannya Pak Busyro harus mengemukanan itu ke publik dalam situasi seperti begini. Istana siapa yang bicarakan isu Taliban itu? Kalau pak Busyro ingin membuat isu baru terkait dengan langkah yang dilakukan pimpinan KPK yang ceroboh hari ini, melakukan press conference kemudian memainkan isu politik seperti hari ini, jadi jangan Pak Busyro main politik," ujarnya.

"Pilihan katanya kan tidak bagus itu, kenapa sekarang Pak Busyro ngomong? Istana siapa yang ngomong? Saya tidak mengenal Pak Busyro seperti itu, saya tidak tahu kalau wataknya hari ini seperti itu," imbuhnya.

Prihal penolakan pimpinan baru KPK, Ngabalin mengaku heran jika kemudian protes itu dilayangkan ke pemerintah dan Presiden. Pasalnya, yang menentukan dan memilih pimpinan KPK adalah DPR.

"Mustahil lah beliau tidak mengerti situasi hari ini. Kalau memprotes mengenai ketua KPK terpilih kemudian komisioner terpilih kok protesnya ke pemerintah, protesnya ke presiden? Dimana sambung menyambungnya, dimana logikanya? Presiden milih 10 orang, yang memilih pimpinan KPK adalah DPR," ucapnya.

Untuk diketahui, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelumnya menyinggung soal isu radikalisme, khususnya 'isu Taliban' di lingkup internal KPK. Busyro menduga jika isu Taliban itu dipolitisasi pihak Istana.

"Waktu saya masuk itu sudah ada Taliban-Taliban. 'Lha, kok Taliban to'. 'Pak ini tidak ada konotasi agama'. 'Lho kenapa?' Ini ikon Taliban itu menggambarkan militansi orang Afganistan, dan penyidik-penyidik KPK itu militan-militan. Ini ada Kristian Kristen, ini ada Kadek Hindu, ada Novel cs Islam. Jadi mereka biasa-biasa saja," kata Busyro kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

TAG TERKAIT :
KPK Revisi UU KPK Pimpinan KPK Presiden Jokowi Ali Mochtar Ngabalin Istana Taliban KPK Isu Taliban KPK

Berita Lainnya