Internasional

Palestina Berencana Tuntut Israel di Pengadilan Internasional

Hanan Ashrawi dari Organisasi Pembebasan Palestina mengatakan, Netanyahu menjadi puncak rasis sayap kanan ketika membuat janji kontroversial ini sebab secara bertahap mencaplok tanah Palestina yang diduduki.

Sari Intan Putri - 17/09/2019 13:07

Beritacenter.COM - Pemerintah Palestina mengadakan sebuah pertemuan kabinet di Desa Lembah Fasayil, Senin (16/09/2019). Pertemuan tersebut terjadi sebagai respon atas pengumuman terbaru yang disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terkait aneksasi Tepi Barat.

Perdana Menteri Palestina, Muhammad Shtayyeh, mengecam pernyataan Netanyahu itu.

"Lembah Yordan adalah bagian dari tanah Palestina. Adanya pemukiman atau aneksasi adalah ilegal," Shtayyeh dilansir dari Aljazirah, Selasa (17/9/2019).

"Kami akan menuntut Israel di pengadilan internasional karena mengeksploitasi tanah kami dan kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan pendudukan di lapangan dan di forum internasional," tambahnya.

Hanan Ashrawi dari Organisasi Pembebasan Palestina mengatakan, Netanyahu menjadi puncak rasis sayap kanan ketika membuat janji kontroversial ini sebab secara bertahap mencaplok tanah Palestina yang diduduki.

Netanyahu pada Senin kemarin berjanji mencaplok semua permukiman di Tepi Barat yang diduduki, termasuk daerah kantong di jantung kota Palestina terbesar sehari sebelum pemilihan Israel.

Dalam beberapa pekan terakhir jelang pemilu Israel, Netanyahu telah membuat janji garis keras yang dimaksudkan untuk menarik lebih banyak pemilih sayap kanan, termasuk janji mencaplok Lembah Yordan awal bulan ini, yang Palestina anggap sebagai bagian penting dari tiap negara di masa depan.

"Saya bermaksud memperluas kedaulatan di semua permukiman dan blok, situs yang memiliki kepentingan keamanan atau penting bagi warisan Israel," kata perdana menteri dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat Israel.

TAG TERKAIT :
Dunia Palestina Internasional Israel

Berita Lainnya