Internasional

Di Australia, Kebebasan Beragama Seperti yang Ada di Indonesia

Dia menambahkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan penyerangan Christchurch merupakan serangan kepada seluruh masyarakat pecinta damai.

Sari Intan Putri - 21/09/2019 09:17

Beritacenter.COM - Saat mengetahui penembak di dua masjid yang berada di Christchurch, Selandia Baru adalah warga Australia, Pemerintah Australia marah besar.

Atas insiden tersebut, utusan Khusus Australia untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ridwaan Jadwat, mengatakan masyarakat Australia berdiri bersama dan mendoakan para korban.

Menurut dia, Brenton Tarrant, bukan lah orang yang merepresentasikan Australia.

"Sedikit sekali dari masyarakat Australia yang berpikiran sama dengan teroris itu. Seperti Al Qaeda yang tidak mencerminkan Islam, begitu pula dengan teroris yang tidak mencerminkan Australia," tutur Ridwaan.

Dia menambahkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan penyerangan Christchurch merupakan serangan kepada seluruh masyarakat pecinta damai.

"Dia (PM Morrison) juga mengatakan bahwa 'Muslim Australia adalah kita' dan serangan terhadap sebuah kepercayaan, sama dengan menyerang seluruh kepercayaan," imbuhnya.

Karenanya Ridwaan mengatakan kebebasan beragama adalah hak mutlak di Australia. Dan tidak dapat dicabut karena masyarakat adalah orang bebas.

"Sangat penting untuk masyarakat kami, dan mustahil untuk warga Australia memisahkan kepercayaan mereka dari kebudayaan," terangnya.

Untuk mencegah insiden penyerangan yang dilakukan Tarrant, Pemerintah Australia berkomitmen kuat untuk memberikan rasa aman dan terbuka bagi imigran dan komunitas kepercayaan di sana.

"Kami kuat saat kami bersama. Kekuatan dan hubungan saling percaya antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial untuk menyampaikan pesan yang tepat, untuk menggapai hati dan pikiran mereka yang menyebarkan propaganda dan teror," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Dunia Australia Internasional Islam Agama Selandia Baru Christchurch

Berita Lainnya