Nasional

Dear Pak Anies, Ancaman Nyata Indonesia Saat Ini KHILAFAH Bukan Komunis

Lukman Salasi - 02/10/2019 16:12

BeritaCenter.COM - Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Silang Monas, Jakarta, cukup mengherankan.

Sebab, Anies menyerukan agar masyarakat selalu waspada terhadap ancaman komunis yang ingin menggantikan Pancasila. Sejatinya, tanpa diingatkan sama Anies, masyarakat sudah sadar dan paham akan trauma dan bahaya masa lalu yang dibawa hingga kini.

"Itu bukan fiksi, tetapi itu adalah kenyataan dan sudah berulang kali. Karena itu peringatan ini juga harus mengingatkan kita untuk selalu waspada, selalu memperhatikan tanda-tanda kemungkinan untuk ada penggantian seperti itu," sebut Anies, Selasa (1/10).

Secara kasat mata, memang tak ada yang salah dengan pidato Anies. Tetapi, dengan pidato itu, Anies seolah-olah ingin mengalihkan perhatian dan fokus masyarakat saa ini akan bahaya nyata yang kini di hadapi Indonesia sebagai bangsa, yaitu bahaya gerakan khilafah.

Harus diingat, komunis di Indonesia sudah mati dan tak punya tempat dan ruang lagi untuk bangkit, apalagi untuk hidup dan berkembang. Apalagi, negara-negara yang mempunyai paham komunis pun satu demi satu sudah meninggalkan paham tersebut.

Negara China sendiri bahkan tidak melaksanakan seluruh sistem komunis itu. Sekarang ini, China sudah membuka diri atas investasi dari luar. China tidak lagi mengakui kekayaan rakyatnya sebagai kekayaan negara.

Bahkan sekarang ini China sudah termasuk negara kapitalis. Perkembangan ekonominya terus melaju bahkan hampir mengalahkan Amerika Serikat. Ekonomi China buat AS ketar-ketir.

Seharusnya, jika mau jujur, yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah gerakan massif yang ingin mengubah Pancasila dengan sistem khilafah. Mereka pejuang sistem khilafah nyata, tidak lagi sembunyi-sembunyi memperjuangkan khilafah untuk menggantikan Pancasila. Ini bahaya nyata!

Ideologi khilafah ini yang paling berbahaya bagi persatuan dan keutuhan Indonesia. Setiap saat, setiap kesempatan mereka terus menyerukan penggantian Pancasila dengan sistem khilafah.

Seharusnya, Anies sadar akan bahaya nyata khilafah yang diperjuangkan kelompok tertentu untuk menggantikan Pancasila. Inilah yang seharusnya Anies sampaikan kepada masyarakat, bahwa Pancasila tidak bisa digantikan dengan sistem apapun, termasuk khilafah.

Tapi kenapa Anies seolah tak sadar akan bahaya khilafah ini? Atau jangan-jangan Anies juga jadi bagian dari kelompok yang menginginkan sistem khilafah dilaksanakan di Indonesia?

Yang jelas ini baru asumsi yang didasari pada analisa semata. Namun tak menutup kemungkinan bisa jadi sebuah kebenaran.

TAG TERKAIT :
Berita Center Anies Baswedan Hari Kesaktian Pancasila Bahaya Khilafah Pidato Anies

Berita Lainnya