Opini

Beberapa Pelajar Bertanya Pada Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 04/10/2019 19:30
FOKUS : Demo

Ketika ada Mahasiswa dalam demo kemarin ingin bertemu Presiden Jokowi, dan dibatalkannya sendiri dengan alasan yang semau gue, emang Presiden terus kecewa? Enggak lah yauw....Masih banyak yang antri untuk bertemu dengan Presiden kok.

Akhirnya Presiden Jokowi menerima beberapa pelajar di Istana Bogor di pagi yang cerah itu. Rombongan kecil pelajar itu diajak jalan-jalan keliling halaman Istana sambil berbincang santai.

Pelajar 1 : "Bapak Presiden pernah dicaci maki seseorang?"

Jokowi : "Pernah hehehe......."

Pelajar 2 : "Pernah juga dimusuhi seseorang, pak?"

Jokowi : "Pernah juga...."

Pelajar 3 : "Apa pernah dibenci seseorang, pak?"

Jokowi : "Pernah lah...."

Pelajar 4 : "Bapak Jokowi juga pernah dihujat seseorang?"

Jokowi : "Ya pernah...."

Pelajar 5 : "Apakah semua itu dilakukan secara terang-terangan, pak?"

Jokowi : "Ada yang dilakukan secara terang-terangan, ada juga yang hanya dilakukan secara diam-diam dari belakang hehehe...."

Pelajar 6 : "Lalu apa yang bapak lakukan terhadap orang-orang itu?"

Jokowi : "Begini anak-anakku, saya tidak balik mencaci maki mereka, juga tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula membencinya, dan saya juga tidak berpikir akan membalas hujatannya"

Pelajar 1 : "Kenapa bisa demikian, pak?"

Presiden Jokowi mengajak duduk di kursi taman sambil menjawab : "Itu karena pikiran serta hati saya tidak terfokus pada siapa yng mencaci maki? Siapa yang memusuhi? Siapa yang membenci? Dan siapa yang menghujat?"

"Pikiran dan hati saya hanya terfokus pada SIAPA yang menggerakkan lidah mereka, sehingga mencaci maki saya. Siapa yang menggerakkan jiwanya, sehingga memusuhi saya, siapa yang menggerakkan hatinya, sehingga membenci saya, dan siapa yang menggerakkan pikirannya, sehingga membuat mulutnya menghujat saya...."

Pelajar 2 : "Dia itu siapa, pak?"

Jokowi : "Dia adalah Allah, Tuhan yang Maha menggenggam Roh dan Jiwa setiap makhluk-NYA.
DIA-lah sebagai Maha yang Berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang, dan yang akan terjadi."

"Ya hanya DIA-lah satu-satu-NYA yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang-orang itu, sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat saya. Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi."

"Sehingga saya beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan? dan hujatan itu sengaja dihadirkan Allah, agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat, tatkala menghadapi ujian!"

"Jadi adalah salah besar, jika saya menyalahkan orang-orang itu, apalagi membalasnya. Bagi saya itu tidak perlu. Bahkan saya berkeyakinan, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini, tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba, semua SUDAH DIATUR sedemikian rupa oleh DIA."

"Maka apapun kenyataan yang saya terima kemarin, hari ini atau suatu hari nanti, tidak ada kata sia-sia, bahkan dibalik semua itu, PASTI ADA HIKMAH terbaik yang bisa merubah kehidupanku, agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena saya tahu, sesungguhnya Tuhan itu MAHA BAIK, maka sangat mustahil DIA berbuat jahat!"

"Anak-anakku sekalian, jangan takut dihina. Jangan senang dipuji.Tidak penting dianggap baik.Yang penting terus BELAJARLAH, BEKERJALAH jadi orang yang bertanggung jawab."

"Sebagai seorang Presiden harus mengayomi semua rakyatnya, mencintai semuanya, sebab mereka lah yang menjadikan seorang JOKOWI menjadi Presiden. Jadi tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi tetap berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini..."

Semua pelajar yang mendengarnya memandangnya dengan seksama, sorot matanya memandang penuh kebanggaan terhadap Presidennya yang berfikir bijaksana ini.

Salam Damai Penuh Kasih Untuk Indonesia!

#StefanusToniAkaTantePaku

TAG TERKAIT :
Demo Demo Pelajar Rusuh Demo Mahasiswa Rusuh Pelajar Demo Demo Rusuh Pelajar Demo Rusuh DPR

Berita Lainnya

Anies Dan Ahok

Opini 05/11/2019 11:04

Nangka Aibon

Opini 01/11/2019 20:11